KIRKA – Lembaga survei Rakata Institute sebut swing voters di Bandar Lampung untuk Pilkada 2024 tinggi berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada tanggal 1-5 Agustus 2022.
Rakata Analytics and Advisory melakukan Survei Preferensi Publik Bandar Lampung terhadap Partai Politik, Kandidat Presiden RI, Kandidat Gubernur Lampung, dan Kandidat Wali Kota Tahun 2024.
Wawancara tatap muka menyasar sampel sebanyak 420 pemilih di Kota Bandar Lampung yang tersebar secara proporsional di 20 kecamatan pada 6 daerah pemilihan (dapil).
Baca Juga: Wiyadi Tekankan Netralitas ASN Pemkot Bandar Lampung di Pemilu 2024
Rakata Institute menggunakan survei metode stratified random sampling dengan margin of error ±5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei yang dirilis pada Rabu, 17 Agustus 2022, Rakata Institute sebut swing voters di Bandar Lampung untuk Pilkada 2024 tinggi.
Hasil Survei Rakata Institute di Kota Bandar Lampung untuk Pilkada 2024
Survei Rakata Institute di Kota Bandar Lampung untuk Pilkada 2024 pada Pilgub Lampung menyebutkan swing voters sebesar 68,10 persen.
Masyarakat pemilih yang menjadi responden belum menentukan pilihan terhadap 16 kandidat potensial Gubernur Lampung 2024.
Lembaga survei yang dipimpin Riska Melinda ini menempatkan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN periode 2010-2020 pada posisi teratas hasil survei.
Herman HN (23,33), Eva Dwiana (2,38), Arinal Djunaidi (1,19), Chusnunia Chalim (0,95), Hantoni Hasan (0,95), M Ridho Ficardo (0,48), Umar Ahmad (0,48), Agus Istiqlal (0,24), Aries Sandi (0,24), Bachtiar Basri (0,24), Dendi Ramadhona (0,24), Edy Irawan Arief (0,24), M. Alzier Dianis Thabrani (0,24) M. Khadafi (0,24), Mukhlis Basri (0,24), Raden Adipati (0,24) persen.
Survei tingkat kepuasan masyarakat Bandar Lampung terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, sebesar 42,14 persen, tidak puas 41,90 persen, tidak tahu 15,95 persen.
Kemudian swing voters untuk Pilkada Bandar Lampung 2024 disebutkan sebesar 51 persen.
Elektabilitas kandidat Wali Kota Bandar Lampung 2024 pada posisi teratas adalah Eva Dwiana yang merupakan kepala daerah yang diusung oleh PDIP, NasDem, dan Gerindra pada Pilkada Serentak 2020 lalu.
Eva Dwiana (33,81), Herman HN (4,52), Rycko Menoza SZP (2,38), Kherlani (1,67), Fauzan Sibron (1,91), Al Muzammil Yusuf (1,19), Ike Edwin (0,95), Firmansyah (0,71), Ade Utami Ibnu (0,71), Badri Tamam (0,48), Wiyadi (0,24), Tulus Purnomo (0,24), Jares Mogni (0,24), Aep Saepudin (0,24) persen.
Tingginya elektabilitas Eva Dwiana juga sejalan dengan hasil survei Rakata Institute yang menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Eva Dwiana-Deddy Amarullah sebesar 64,76 persen, tidak puas 27,86 persen, dan tidak tahu 7,38 persen.
Selanjutnya, elektabilitas partai politik di Kota Bandar Lampung untuk Pilkada 2024.
PDIP (18,33), Golkar (10,17), NasDem (7,86), Demokrat (6,90), PKS (6,43), Gerindra (4,52), PAN (0,95), Ummat (0,71), Perindo (0,48), Hanura (0,24), PKB (0,24), PKR (0,24), PPP (0,24), PSI (0,24), dan swing voters (41,9) persen.
Survei Rakata Institute Bahan Perbaikan Menyongsong Pilkada Serentak 2024
Akademisi Universitas Lampung, Dr Dedy Hermawan, menyebutkan hasil survei Rakata Institute menjadi bahan perbaikan menyongsong Pilkada Serentak 2024 pada 23 November mendatang.
“Survei memotret tokoh-tokoh potensial yang akan maju dari tingkat elektabilitas hingga persepsi masyarakat pemilih,” ujar dia ketika dihubungi pada Rabu, 17 Agustus 2022, sore.
Survei Rakata Institute sebut swing voters di Bandar Lampung untuk Pilkada 2024 tinggi menjadi bahan referensi bagi pihak-pihak yang nantinya terlibat dalam pesta demokrasi.
“Lembaga survei merekam aspirasi masyarakat di awal dan bisa menjadi bahan bagi partai politik, bakal calon, dan masyarakat. Survei ini pendekatannya ilmiah kan,” kata Dedy Hermawan.
Menurut Dosen FISIP Jurusan Administrasi Negara ini, penjajakan yang dilakukan Lembaga Survei Rakata Institute mencerminkan harapan masyarakat pemilih di Bandar Lampung dan diharapkan bisa menjadi saran bagi stakeholder terkait.
“Penjajakan tidak to the point pada figur, tapi melihat dari harapan masyarakat, dan tokoh yang layak bisa mengatasi permasalahan di daerah,” jelas dia.
Hasil survei ini juga diharapkan mendorong terjadinya diskursus dalam kelompok masyarakat.
“Akan sangat berkontribusi apa yang dilakukan oleh lembaga survei Rakata Institute bagi dinamika politik demokrasi di daerah, jika mereka bekerja secara obyektif, menjaga integritas dan kredibilitasnya, serta metodologinya bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas dia.






