KIRKA – Menteri BUMN Erick Thohir curhat media menulis dirinya rajin ke ponpes dan mempertanyakan kunjungannya.
Hal itu disampaikan di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo, Kampung Wates, Lampung Tengah, pada Selasa 10 Mei 2022.
Baca Juga : Erick Thohir Bukan Orang Jawa Minimal Bisa Jadi Wapres
“Kadang-kadang media menulis, ini Menteri BUMN jalan-jalan ke pesantren ngapain? Saya jawab, memang sudah tugasnya Menteri BUMN datang ke pesantren,” kata dia.
Erick Thohir menyampaikan kunjungannya sebagai Menteri BUMN ke ponpes adalah untuk membangkitkan ekonomi umat.
Indonesia sebagai penduduk muslim nomor satu terbesar di dunia, lanjut dia, menduduki posisi empat besar dunia sebagai konsumen produk industri halal.
“Kita mengonsumsi industri halal, baik pakaian, makanan, dan lainnya nomor empat paling besar dunia. Ada yang harus kita introspeksi sebagai bangsa,” tegas dia.
Menurut Erick Thohir, sebagai penduduk muslim terbesar, Indonesia seharusnya mampu menjadi produsen industri halal nomor satu di dunia.
“Tapi kenyataannya Indonesia tidak masuk sepuluh besar. Yang masuk Amerika, Taiwan, Brazil, yang bukan negara muslim,” ujar dia miris.
Dia menyampaikan salah satu cara BUMN untuk mendorong pertumbuhan industri halal di tanah air adalah dengan menghadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI).
BSI masuk dalam tujuh bank terbesar di Indonesia yang merupakan gabungan dari BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah.
Erick Thohir berharap BSI mampu meningkatkan produksi industri halal yang bisa dikonsumsi sendiri oleh bangsa Indonesia.
“Kalau tidak kapan kita mau bangkit?” Ujar Erick Thohir di hadapan para santri dan Forkopimda Lampung Tengah.
Baca Juga : Erick Thohir Dapat Dukungan Maju Pilpres 2024
Sebagai seorang Menteri BUMN, dia mengaku memiliki tanggung jawab moral mengembalikan pesantren sebagai tonggak daripada ekonomi umat.
“Sesuai pesan almarhum bapak saya, bahwa yang namanya ekonomi itu, ibarat bikin kopi, ada air panas, kopi, gula, diaduk baru rasanya enak.”
“Sama, yang namanya ekonomi adalah bagaimana perputaran uang secara maksimal berada di masyarakat,” tutup Erick Thohir.






