Menu
Precision, Actual & Factual

Yusdianto: Gubernur dan Kadis Pariwisata Harus Tanggungjawab Kalau Kasus Covid-19 Meningkat!

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Akademisi Yusdianto, Kadis Pariwisata Edarwan dan Kadis Kesehatan Reihana. Foto Istimewa

KIRKA.COAkademisi dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menyayangkan kebijakan yang diambil oleh Pemprov Lampung ihwal diberikannya akses pembukaan lokasi wisata pada saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Kebijakan itu secara spesifik dilontarkan oleh Pemprov Lampung melalui Kadis Pariwisata Edarwan.

Yusdianto mengatakan, munculnya kebijakan tersebut nyaris tak mungkin tanpa persetujuan dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Atas hal tersebut, Yusdianto menegaskan bahwa Arinal Djunaidi dan Edarwan patut dimintai tanggungjawab apabila terjadi lonjakan angka terpapar Covid-19 di Provinsi Lampung.

Terlebih sambung dia, Provinsi Lampung hari-hari ini tengah bertengger pada posisi kedua se-Indonesia atas kematian tertinggi karena terpapar Covid-19 berdasarkan data yang dirilis Kemenkes.

“Sudah selayaknya kemudian, Arinal Djunaidi dan Edarwan harus bertanggungjawab bila kemudian hal-hal tadi itu terjadi.

Sumber Beritasatu.com

Dan ini sangat potensi sekali mampu mengakibatkan presentase terpapar Covid-19 meningkat,” ujar Yusdianto saat dihubungi KIRKA.CO, Senin malam, 3 Mei 2021.

Yusdianto berharap kebijakan ini juga jangan pula berdampak pada fokus kerja Kadis Kesehatan Lampung Reihana yang salah satunya ditugasi untuk menangani wabah Covid-19.

“Mestinya juga, kebijakan ini harus dipikirkan ke sisi lain yaitu soal keberadaan Bunda Reihana yang sudah menguras habis energinya menangani permasalah Covid-19 di Lampung ini. Kalau terjadi lonjakan penyebaran Covid-19, apa Gubernur dan Kadis Pariwisata tidak kasihan dengan Bunda Reihana?” ujar Yusdianto.

Timotius Simarmata salah seorang warga yang tinggal di Kota Bandar Lampung turut berkomentar atas kebijakan tersebut.

Bagi dia, kebijakan itu agaknya harus dikaji kembali atau dilirik oleh Pemerintah Pusat. Sebab, masyarakat belakangan sudah disuguhi informasi bagaimana lonjakan angka akibat lalai menyikapi penyebaran Covid-19 di India.

“Sangat setuju kemudian bila Presiden atau Menteri-menterinya turut melihat kebijakan ini. Apakah sudah sesuai atau tidak,” ucapnya saat berbicara kepada KIRKA.CO Senin malam.

Ia mengatakan, narasi yang digaungkan tentang menjaga protokol kesehatan saat akses lokasi pariwisata dibuka tak cukup mampu menjawab kerisauan tentang penyebaran Covid-19.

 

Arif Wiryatama

Sumber : Data 10 Provinsi dengan Tingkat Kematian Tertinggi Covid-19 pada 3 Mei 2021 http://brt.st/7bKq

  • Bagikan