Menu
Precision, Actual & Factual

Wanita STW Didakwa Tipu Pemuda Hingga Rp400 Juta

  • Bagikan

KIRKA – Wanita setengah tua, warga Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, didakwa telah melakukan penipuan bermodus investasi bisnis butik tapis terhadap seorang Pemuda hingga ia mengalami kerugian sebesar Rp400 juta.

Terdakwa Septiana yang sebenarnya telah dianggap sebagai tante oleh korban, pada awalnya menawarkan kerjasama dalam bisnis Butik Tapis dan Sulam Usus, dengan perjanjian awal jika mengucurkan modal Rp100 juta maka Sisa Hasil Usaha yang akan diterima sebesar Rp7,5 juta setiap bulannya.

Tergiur dengan tawaran tersebut korban berinisial DEP pun setuju, dengan harapan dapat menghasilkan uang untuk diri sendiri tanpa merepotkan orang tua, sehingga pada akhirnya ia bersedia memberikan total modal sebanyak Rp400 juta, yang ia berikan bertahap di akhir 2019 dan awal 2020.

Usai uang tersebut diberikan sebagi modal, maka dibuatlah perjanjian tertulis antara keduanya dengan ketentuan :

1. Pada setiap bulan pihak kedua (DEP) akan menerima dana sebesar Rp30 juta yang akan dibayarkan pada setiap akhir bulan.

2. Pada setiap 6 bulannya akan tetap menerima uang sebesar Rp30 juta ditambah dengan bonus dari hasil usaha.

3. Dan pada akhir tahun atau bulan ke 12 pengembalian dana modal awal sebesar Rp400 juta beserta hasil usaha sebesar Rp30 juta serta ditambah bonus akhir tahun.

Pada awalnya di pertengahan Februari 2020, janji terdakwa terealisasi dengan memberikan Sisa Hasil Usaha yang menjadi hak dari korban sebesar Rp65 juta, dan kembali diberikan di akhir Juni 2020 dengan tidak sesuai perjanjian sebesar Rp50 juta.

Usai dua kali pemberian tersebut, terdakwa tidak pernah lagi menepati perjanjian usaha keduanya, dan di bulan November keduanya pun sepakat mengakhiri bisnis dengan syarat pengembalian modal awal milik korban di Desember 2020.

Namun sampai pada waktu yang ditentukan terdakwa tak kunjung menepati janjinya, yang ternyata didapati bahwa separuh modal yang diberikan korban sebanyak Rp200 juta digunakan terdakwa untuk memodali adiknya bermain proyek.

Akibat ulahnya tersebut, Septiana pun didakwa oleh Jaksa melanggar Pasal 378 KUHP tentang Tindak pidana penipuan, atau alternatif kedua yakni Pasal 372 KUHP tentang Tindak pidana penggelapan, dengan ancaman pidana maksimal selama 4 tahun penjara, dengan denda paling banyak Rp900 juta.

  • Bagikan