Hukum  

Total Titipan Mahasiswa Unila Melalui Asep Sukohar Belum Ketahuan Jumlahnya

Total Titipan Mahasiswa Unila Melalui Asep Sukohar Belum Ketahuan Jumlahnya
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila, Asep Sukohar. Foto: Istimewa.

Kendati telah ditanyakan oleh Edi Purbanus, Asep Sukohar mengaku tidak ingat dan tidak tahu tentang siapa lagi yang menitip calon mahasiswa melalui dirinya pada tahun 2020 dan 2021.

Asep Sukohar yang bersaksi untuk terdakwa mantan Rektor Unila Karomani, mantan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi dan mantan Ketua Senat Unila Muhammad Basri ini mengaku hanya menitip anaknya sendiri selain menitipkan calon dari Sofia, Zuchrady dan Rasmi Zakiah Oktarlina.

”Baik, untuk pak Asep Sukohar ya. Bapak kemarin terpilih tiga besar loh. Hampir mimpin ya pak ya. Rektor. Gini maksud saya pak. Ini kan yang nitip terus-terusan ini pak. Rentang 2020, 2021, 2022. Yang banyak tertulis di sini kan hanya 2022. Yang 2020, 2021 melalui pak Asep, pasti nggak ingat?” ujar Edi Purbanus kepada Asep Sukohar.

Mendengar hal ini, Asep Sukohar mengatakan memang tidak mengingatnya. ”Ijin yang mulia, tidak ada,” katanya.

”Ada yang camat (di) Pandeglang, waktu bapak bawa mahasiswa ke Pandeglang sana. Terus anaknya datang ke sini melalui pak Asep. Ada saksi ke rumah pak Asep Sukohar. Coba ingat. Camat dia, PNS,” ungkap Edi Purbanus.

”Saya tidak kenal dengan camat (di) Pandeglang, ya mungkin, yang KKN mungkin,” kata Asep Sukohar.

Baca juga: Belasan Penerimaan Gratifikasi Terjadi di Ruangan Rektor Unila yang Dilengkapi CCTV

”Iya bapak bawa mahasiswa KKN ke Pandeglang. Kemudian kenalan, bapak itu ngomong. Yang saya ingat namanya pak Rafei (nama saksi penitip mahasiswa dari Pandeglang). (Rafei) Menjadi saksi di sini juga, ada di dalam BAP, hanya belum waktunya.

Cuma maksud saya, saya cross check pak Rafei itu, dia masukkan melalui pak Asep Sukohar. Makanya saya tahu. Ada pak, berkas yang namanya saksi Rafei. Dia adalah camat di Pandeglang sana. Maksud saya gini aja lah, tahun 2020 apakah bapak ikut titip-titip melalui pak Karomani? Penerimaan mahasiswa ya, kita nggak cerita yang lain,” cecar Edi Purbanus.

Asep Sukohar mengaku hanya menitipkan anaknya saja untuk lulus menjadi mahasiswa Unila di tahun 2020 lalu. ”Ada saya titip, anak saya pak. Tahun 2020,” katanya.

”Kalau 2021?” tanya Edi Purbanus. ”Tidak ada pak,” jawab Asep Sukohar.

”Begini loh pak, dakwaan kepada pak Karomani ini, dua loh pak. Kesatu, (penerimaan suap) yang tahun 2022, (melalui) SBMPTN sama SMMPTN. Dakwaan yang kedua itu adalah gratifikasi dari tahun 2020, 2021 dan 2022.

Bapak nggak pernah titip mahasiswa di tahun 2021? Yang tidak sesuai dengan passing grade, tidak memenuhi syarat, tapi diluluskan, kemudian dibatalkan kelulusannya. Bapak nggak ingat?” cecar Edi Purbanus.