KIRKA – Total titipan mahasiswa Unila melalui Asep Sukohar belum ketahuan jumlahnya untuk sementara waktu pasca pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung di ruang persidangan.
Saat diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 17 Januari 2023, Asep Sukohar yang merupakan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila tersebut hanya mengaku menerima titipan mahasiswa Unila di tahun 2022 saja.
Titipan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila di tahun 2022 yang diakui Asep Sukohar hanya berasal dari tiga orang saja, yaitu:
1. Direktur Rumah Sakit Airan Raya, Zuchrady.
Dari Zuchrady, Asep Sukohar menerima uang Rp350 juta. Ia menyetorkan uang sejumlah Rp250 juta ke mantan Rektor Unila Karomani melalui Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo.
Rp100 juta dipakainya untuk keperluan kegiatan Muktamar NU ke-34 di Lampung.
Baca juga: KPK Siapkan Surat Panggilan Untuk Para Dekan Unila ke Pengadilan
2. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Kedokteran Unila, Rasmi Zakiah Oktarlina.
Dari Rasmi Zakiah Oktarlina, Asep Sukohar menerima Rp300 juta dan diserahkan ke Karomani melalui Budi Sutomo.
3. Sofia seorang ibu rumah tangga yang merupakan tetangga Asep Sukohar.
Dari Sofia, Asep Sukohar menerima Rp150 juta dan memberikan Rp100 juta kepada Karomani. Rp50 juta sisanya dipakai Asep Sukohar untuk keperluan kegiatan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Lampung.
Namun karena mendengar peristiwa OTT terhadap pejabat Unila oleh KPK, Asep Sukohar mengembalikan uang Rp50 juta tadi kepada Sofia.
Majelis hakim bernama Edi Purbanus adalah pihak yang penasaran dengan total jumlah mahasiswa titipan yang diterima oleh Asep Sukohar.






