Kirka – Beban dua medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 resmi diletakkan di pundak cabang olahraga taekwondo Lampung.
Demi merealisasikan target tinggi tersebut, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) setempat langsung memanaskan mesin lewat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelatih Daerah yang digelar Sabtu, 27 Juni kemarin.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa pencapaian medali sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di area pinggir lapangan.
Pelatih memegang peran krusial sebagai fondasi utama sebelum mencetak atlet pemenang tingkat nasional.
“Kami berharap pada Porprov nanti para pelatih sudah mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bertanding.
“Target kami, pada PON 2028 Taekwondo Lampung harus berjuang maksimal untuk meraih dua medali emas,” kata Riagus, dilansir pada Minggu, 28 Juni 2026.
Patokan prestasi dari induk organisasi olahraga langsung direspons cepat oleh Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah.
Alih-alih menganggapnya sebagai beban, tantangan dua emas justru dijadikan motivasi kuat untuk merapatkan barisan, khususnya menyamakan persepsi taktik sesuai regulasi terbaru World Taekwondo (WT).
Penyesuaian aturan internasional mutlak diperlukan agar proses pembibitan atlet di tingkat kabupaten dan kota berjalan dalam satu visi.
Tidak tanggung-tanggung, TI Lampung mendatangkan dua instruktur kelas berat untuk menggembleng para pelatih daerah.
Keduanya adalah arsitek Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), Master Salamun, yang turun langsung mendampingi Ketua Bidang Diklat Taekwondo Indonesia, Master Muklis.
“Kami ingin seluruh pelatih di Lampung memiliki pemahaman serupa terhadap aturan terbaru, sehingga proses pembinaan atlet berjalan lebih efektif, tidak ketinggalan zaman, dan sesuai standar internasional,” urai Ali.
Kehadiran instruktur pusat menjadi bukti kesiapan Taekwondo Lampung menjawab ekspektasi KONI.
Ali memastikan seluruh elemen organisasi akan bekerja beriringan meramu program jangka panjang menuju perhelatan PON.
“Target dua emas menjadi penyemangat tersendiri. Bersama pengurus, pelatih, dan atlet, kami akan bekerja keras serta memaksimalkan seluruh program pembinaan.
“Kami juga bersyukur karena KONI terus memberikan dukungan penuh,” pungkasnya.






