Hukum  

Sofiah Balfas Ditahan Kejagung

Sofiah Balfas Ditahan Kejagung
Direktur PT Bukaka Teknik Utama periode 2008 sampai dengan sekarang Sofiah Balfas ditahan Kejaksaan Agung per 19 September 2023. Foto: Arsip Kejagung.

KIRKA – Direktur PT Bukaka Teknik Utama periode 2008 sampai dengan sekarang Sofiah Balfas ditahan Kejaksaan Agung atau Kejagung usai ditetapkan sebagai Tersangka baru di Penyidikan dugaan perbuatan Tindak Pidana Korupsi.

Penyidikan itu persisnya berkait dengan pekerjaan pembangunan atau design and build pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat.

Sofiah Balfas ditahan Kejagung per 19 September 2023 sampai dengan 9 Oktober 2023 mendatang.

Kepala Puspenkum Kejagung Ketut Sumedana menuturkan tahapan Penahanan terhadap Sofiah Balfas dilakukan demi kepentingan percepatan proses Penyidikan.

”Selasa, 19 September 2023, Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap 1 orang Tersangka dalam perkara Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau Japek.

Baca juga: Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek

Adapun 1 orang Tersangka tersebut yaitu SB selaku Direktur PT Bukaka Tehnik Utama (periode 2008 s/d sekarang).

Kemudian, untuk mempercepat proses penyidikan, Tersangka SB dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung sejak 19 September 2023 sampai 9 Oktober 2023,” kata Ketut Sumedana.

Kejagung menyebut, dalam penyusunan basic design dan struktur baja, Tersangka Sofiah Balfas berperan dengan cara bersekongkol untuk mengatur dan mengubah spesifikasi material tertentu yang hanya dapat disediakan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Akibat perbuatannya, Tersangka Sofiah Balfas disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya pada 13 September 2023 kemarin, Kejagung telah menetapkan 3 orang Tersangka di perkara ini dan telah dilakukan Penahanan.

Baca juga: Kejagung Tahan 3 Tersangka Baru di Kasus Korupsi BTS

Para Tersangka itu ialah:

1. Inisial DD yang memiliki jabatan sebagai Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek atau JJC periode 2016-2020.
2. Inisial YM yang memiliki jabatan sebagai Ketua Panitia Lelang PT JJC.
3. Inisial TBS yang memiliki jabatan sebagai Staf Tenaga Ahli Jembatan PT LAPI Ganeshatama Consulting.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi menyatakan bahwa Kerugian Keuangan Negara itu senilai Rp 1,5 T dan hal itu didapat dari Hasil Audit.

“Diduga akibat perbuatan korupsi tersebut telah merugikan keuangan negara yang berdasarkan hasil sementara perhitungan kami, kurang lebih sekitar Rp1,5 triliun,” ujarnya.

Kejagung turut membeberkan peranan para Tersangka tersebut, yakni sebagai berikut:

1. Tersangka DD telah secara melawan hukum turut serta menetapkan pemenang lelang setelah sebelumnya mengatur spesifikasi barang yang secara khusus ditujukan menguntungkan penyedia tertentu.
2. Tersangka YM telah secara melawan hukum turut serta mengkondisikan pengadaan yang sudah ditentukan pemenangnya.
3. Tersangka TBS secara melawan hukum menyusun Gambar Rencana Tehnik Akhir (DED/Detail Engineering Design) yang di dalamnya terdapat pengkondisian pengurangan volume pekerjaan.

Baca juga: Kejagung Supervisi Seluruh Penanganan Kasus Korupsi di Provinsi Lampung