Ruang sempit publik di Pilrek Unila 2023 – 2027 dikhawatirkan menimbulkan keraguan di tengah-tengah masyarakat terhadap Rektor Unila Terpilih.
“Ketika mekanisme itu tidak ada, ya apapun bentuknya, publik juga ragu terhadap hasil pemilihan rektor, hanya beda orang saja, sementara tidak ada perbaikan apapun, baik itu sistem maupun dunia pendidikan kita,” pungkas dia.
Panitia Pilrek Unila membuka ruang bagi publik untuk menyampaikan tanggapan dan masukan melalui Anggota Senat Unila dan Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Ketua Senat Unila, Prof La Zakaria, dalam Rapat Senat Tertutup di Ruang Sidang Utama Rektorat pada Selasa, 6 Desember 2022, menetapkan delapan Bakal Calon Rektor Unila 2023-2027.
Prof La Zakaria didampingi Sekretaris Senat Unila Dr Anna Gustina Zainal, dan Ketua Panitia Pilrek Unila Prof Abdurrahman, mengumumkan nama-nama berikut sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2023-2027:
- Prof Asep Sukohar;
- Dr Ayi Ahadiat;
- Prof Hamzah;
- Prof Lusmeilia Afriani;
- Dr Marselina;
- Prof Murhadi;
- Dr Nairobi; dan
- Prof Suharso.
“Partisipasi publik di Pilrek Unila sudah ada lewat koran dan tulisan,” ujar Ketua Panitia Pilrek Unila 2023 – 2027, Prof Abdurrahman, Rabu, 7 Desember 2022.
Selain itu, lanjut dia, masukan dan ide bisa juga disampaikan kepada Anggota Senat Unila di tiap fakultas atau berkoordinasi dengan Wakil Rektor III.
“Karena bagaimanapun yang menentukan Rektor Unila itu Anggota Senat,” tegas dia.
Prof Abdurrahman menjelaskan mekanisme Pilrek Unila dilakukan sesuai dengan Peraturan Menristek dan Dikti Nomor 1 Tahun 2015.
Pasal 7 menyebutkan bahwa dalam penentuan rektor, menteri memiliki 35 persen hak suara dari total pemilih.
Adapun Anggota Senat memiliki 65 persen hak suara, dan setiap Anggota Senat punya hak suara yang sama.
“Hak suara kementerian 35 persen itu sangat mendominasi. Kalau Calon Rektor Unila mendapatkan cuma 12 suara Anggota Senat, ditambah 35 persen suara kementerian saja sudah menang,” jelas dia.
Baca Juga: Mendikbud Ristek Diminta Evaluasi Hak Suara 35 Persen di Pilrek Unila
Pada Pilrek Unila kali ini, lanjut Prof Abdurrahman, panitia mencoba mekanisme baru dalam menentukan Rektor Unila 2023 – 2027.
Panitia Pilrek Unila mewacanakan pemilihan secara musyawarah mufakat pada tahapan tiga besar Calon Rektor Unila.
“Supaya suara internal Unila yang 65 persen tidak dikalahkan oleh suara kementerian yang 35 persen,” kata dia.
Baca Juga: 8 Bacalon Pilrek Unila






