Kirka – Konsorsium Bumi Biru Indonesia resmi mengambil alih kendali proyek raksasa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya.
Danantara Indonesia memberikan mandat penuh kepada entitas yang terafiliasi dengan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) itu untuk menuntaskan beban 1.167 ton limbah harian.
Lewat penetapan Partner Selection Batch-2, konsorsium memastikan kongsi strategisnya bersama perusahaan teknologi asal Tiongkok, SUS Environment Inc.
Gabungan lintas negara ini menanggung target ganda, yakni memusnahkan tumpukan sampah kota sekaligus memproduksi energi bersih skala masif.
Kehadiran pembangkit Sumatera masuk dalam cetak biru Waste to Energy Batch 2.
Pembangunan fasilitas hijau ditargetkan mampu mempercepat ketersediaan sarana pengelolaan limbah modern lintas daerah, sekaligus mempertebal portofolio energi bersih OASA di kancah nasional.
Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar, memandang kesuksesan operasional pembangkit mutlak menuntut sokongan nyata.
Sinergi ketat dari hulu ke hilir antara pemerintah, swasta, hingga penyedia teknologi menjadi penentu mulusnya eksekusi lapangan.
“Perkembangan saat ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste to Energy di Indonesia.
“OASA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek yang tidak hanya menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap transisi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” papar Bobby lewat keterangan resminya, Selasa, 21 Juli 2026.
Manuver bisnis perseroan rupanya tidak berhenti di Pulau Andalas.
Manajemen kini tengah mengebut penyesuaian tata kelola PSEL Tangerang Selatan, demi memastikan alur pembangunannya tegak lurus dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Berbekal dua mega proyek vital pada sektor hijau, Bobby optimistis perusahaannya makin kokoh memimpin arena infrastruktur lingkungan hidup.
“Kami akan terus menjaga disiplin dalam pelaksanaan proyek, memperkuat kemitraan strategis, dan menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.






