Berdasarkan penjelasan Desyadi, ia turut menyampaikan adanya keterlibatan dan peran dari ayah Agung Ilmu Mangkunegara, yakni Tamanuri.
Tamanuri diketahui saat ini berstatus sebagai anggota Komisi V pada DPR RI dari Partai NasDem dan juga pernah menjabat sebagai Bupati Way Kanan untuk dua periode: tahun 2000 sampai tahun 2005 dan tahun 2005 sampai tahun 2010.
Menurut Desyadi, uang untuk mendapatkan surat rekomendasi PAN tersebut didapatkan dan diterima dari Tamanuri. Serah terima uang dari Tamanuri kepada Desyadi dan Taufik Hidayat disebut berlangsung di kediaman Tamanuri di Jakarta.
Berikut transkrip dialog antara JPU KPK Taufiq Ibnugroho dengan Desyadi berdasarkan perekaman suara yang dilakukan KIRKA.CO di dalam ruang persidangan.
JPU KPK Taufiq Ibnugroho: Pada persidangan sebelumnya, kita sudah menghadirkan saksi atas nama Taufik Hidayat. Kemudian yang bersangkutan menerangkan bahwa dia bersama saudara diperintahkan Agung untuk pengurusan rekomendasi? Betul?
Desyadi: Betul.
JPU KPK Taufiq Ibnugroho: Kalau begitu, coba saudara jelaskan.
Desyadi: Jadi, kami pas waktu mau pulang ke Lampung pak. Di bandara, pak Agung sampaikan, ‘yaudah kamu kawanin aja Taufik’. Saya nggak tahu awalnya pak, mau kemana.
Kawanin aja Taufik katanya, nggak jadi pulang saya (ke Lampung). Begitu di atas taksi, rupanya ke arah rumah orangtuanya pak Agung. Rumah orangtua pak Agung, pak Tamanuri. Rumahnya di Jakarta.
Begitu sampai di rumah pak Tamanuri, saya agak berjauhan duduknya, jadi saya nggak tahu apa yang mereka bicarakan berdua.
Pak Tamanuri memberikan amplop. Saya tidak tahu (nominal uang di dalam amplop). Lalu kami berangkat ke Plaza Senayan pak.
JPU KPK Taufiq Ibnugroho: Sebentar dulu, pak Tamanuri menyerahkan amplop? Amplop apa?
Desyadi: Isinya uang pak. Lalu dari rumah pak Tamanuri, kami ke Plaza Senayan pak. Di Plaza Senayan ini rupanya pak Taufik ceritakan, bahwa ini mau janjian dengan pengurus DPD PAN Provinsi Lampung pak.
JPU KPK Taufiq Ibnugroho: Siapa itu?
Desyadi: Saya nggak tahu namanya. Sampai kira-kira jam 10 malam, orang DPD itu bawa map, tukar map dengan amplop tadi pak. Yang saya tahu map ini isinya dukungan untuk pencalonan pak Agung di 2019.






