Karomani mengaku tidak mengajukan keberatan lagi terhadap Sulpakar.
Sulpakar dalam kesaksiannya mengaku mempunyai dua orang anak yang saat ini berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila.
Pertama, anaknya bernama Ahmad Duta Al Ihya yang dinyatakan lulus masuk Unila pada tahun 2020 lewat SMMPTN tanpa bantuan Karomani.
Kedua, anaknya bernama Gaza Ahmad Al Ghifari yang dinyatakan lulus masuk Unila pada tahun 2021 lewat SBMPTN dengan bantuan Karomani.
Dari kedua orang anaknya ini, Sulpakar mengaku tidak memberikan apa pun kepada Karomani.
Selain menitipkan dua anaknya tersebut, Sulpakar juga mengaku membantu menitipkan anak dari Kadis Pendidikan Lampung Selatan, Asep Jamhur yang bernama Nindya Azfarina Jamhur.
Dari penitipan ini, Sulpakar ngaku tidak memberi apa pun kepada Sulpakar. Asep Jamhur yang juga diperiksa saat itu mengaku tidak memberi apa pun atas kelulusan anaknya tersebut.
Terhadap anak bungsunya yang bernama Gaza Ahmad Al Ghifari, Sulpakar kepada Jaksa KPK, Muchamad Afrisal mengaku menitipkannya kepada Karomani.
”Pada awal pendaftaran, ‘Prof anak kami daftar SBMPTN. Andai kata tidak diterima di SBMPTN, tolong nanti di Mandiri’,” kata Sulpakar saat diperiksa Jaksa KPK Muchamad Afrisal.
”Kapan waktunya?” tanya Afrisal.
”Sekitar bulan 4 apa 5,” jawab Sulpakar.






