Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Komentari Isi Surat Wagub Lampung Chusnunia Chalim

  • Bagikan
Plt. Jubir KPK Ali Fikri. Foto Istimewa

KIRKA.CO – KPK memberikan komentarnya atas isi surat Wagub Lampung Chusnunia Chalim.

Surat itu untuk diketahui berisi keterangan yang berbanding terbalik dengan pernyataan KPK dalam konteks pelaksanaan dari penetapan hakim PN Tipikor Tanjungkarang.

KPK menyatakan telah mengirimkan surat kepada Chusnunia Chalim sesaat hakim memberikan perintah pada Kamis, 20 Mei 2021.

KPK menegaskan telah mengirimkan surat panggilan sesuai hukum acara. Dan surat telah terkonfirmasi telah diterima dan sampai pada 24 Mei 2021.

Surat Chusnunia menyatakan ia baru saja menerima surat. Tepatnya surat panggilan ia terima pada Kamis, 27 Mei 2021 siang.

Isi surat itu menjadi penjelasan Chusnunia kepada hakim, KPK dan publik, mengapa ia tak bisa hadir kedua kalinya ke persidangan korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa.

Yang jadi poin penting adalah, ketidakhadiran Chusnunia telah dinyatakan dalam forum sidang: tanpa keterangan.

Surat dari Chusnunia seperti sebelumnya diberitakan, sampai ke atau dia kirim PN Tipikor pada Kamis sore, 27 Mei 2021.

Melihat isi surat tersebut, KPK pada intinya tak mau dicap sebagai lembaga yang tidak taat kepada perintah hakim.

Hal ini disampaikan Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri yang menghubungi KIRKA.CO, Sabtu sore, 29 Mei 2021. Berikut komentar KPK secara tertulis.

“KPK sesuai hukum acara pidana yang berlaku, telah melaksanakan penetapan hakim yaitu dengan cara memanggil para saksi secara patut dan sah sebagaimana penetapan hakim tertanggal 20 Mei 2021 tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan kami, maka surat panggilan telah kami layangkan jauh-jauh hari kepada para saksi-saksi tersebut, yaitu seketika saat kami menerima penetapan tersebut pada tanggal 20 Mei 2021.

Kami juga tegaskan, KPK kirimkan surat panggilan ke beberapa alamat para saksi tersebut, tentu dengan harapan agar para saksi dapat hadir memenuhi perintah majelis hakim”.

Demikianlah keterangan KPK lewat juru bicaranya yang pada dasarnya ingin agar publik juga dicerdaskan terkait proses-proses penanganan perkara korupsi Mustafa.

Selain dari itu, Ali Fikri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada insan pers di Lampung, yang berkenan untuk mengawal proses persidangan tersebut sebagai bentuk partisipasi publik secara luas.

Ali Fikir berharap, surat dari Chusnunia tersebut tak dianggap publik menjadi pertanda bahwa KPK tak patuh terhadap penetapan hakim.

“Pers bisa bertanya pada Chusnunia soal kebenaran bahwa surat KPK sudah sampai beberapa hari sebelum dia berkirim surat ke majelis hakim,” tegas Ali Fikri

“KPK berharap agar insan pers khususnya KIRKA.CO menanyakan lebih jauh kepada Chusnunia Chalim tentang dalil-dalil di balik isi surat tersebut,” pungkasnya

Ia tak ingin isi surat tersebut menjadi dasar utama untuk membuat publik beranggapan bahwa KPK tak bekerja sesuai dengan hukum yang ada.

Karena KPK dianggap Ali Fikri telah maksimal melaksanakan perintah penetapan tersebut sesuai dengan penilaian majelis hakim bahwa KPK sudah melaksanakan kewajibannya dengan on the track.

  • Bagikan