Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Jawab Desakan Elemen Masyarakat Terkait Status Hukum Purwati Lee & Chusnunia Chalim

  • Bagikan
Plt Jubir KPK Ali Fikri. Foto Istimewa

KIRKA.COJuru Bicara KPK Ali Fikri menjawab desakan dan aspirasi masyarakat Lampung yang menyoal dugaan keterlibatan Purwati Lee dan Chusnunia Chalim dalam perkara Mahar Politik Pilgub Lampung 2018.

“Kami menyadari peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi sangat penting dan dibutuhkan. Kami juga terbuka atas kritik dan masukan masyarakat,” ujar Ali Fikri.

“Namun perlu kami sampaikan, sebagai penegak hukum, KPK tentu harus bekerja atas dasar hukum yang berlaku sehingga dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adalah adanya kecukupan alat bukti bukan atas dasar desakan pihak-pihak lain,” tegasnya.

Ali Fikri juga menambahkan, “Jika sepanjang adanya bukti permulaan yang cukup maka KPK juga tak segan menetapkan kembali pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam pengembangan perkara tersebut. Kami berkomitmen bekerja semaksimal mungkin dalam upaya menuntaskan agenda-agenda pemberantasan korupsi,” pungkas dia.

Sebelumnya, GASAK menyatakan Aksi ini merupakan sebagai bentuk pernyataan sikap untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi RI segera menetapkan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim sebagai tersangka dugaan kasus mahar politik di Pemilihan Gubernur pada Juni 2018 lalu.

Koordinator Aksi, Riswan mengutuk tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan dugaan praktek mahar politik dengan menyampaikan beberapa tuntutan.

Pertama, meminta aparatur penegak hukum dalam hal ini lembaga Anti Rasuah untuk segera menetapkan status Nunik sapaan akrab Chusnunia Chalim sebagai tersangka.

Kedua, pihaknya mendesak DPP PKB untuk memecat Nunik sebagai ketua DPW PKB Lampung.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Lampung untuk mengeluarkan mosi tidak percaya dan meminta Nunik mundur sebagai Wagub Lampung,” kata Ridwan, Kamis 27 Mei 2021.

  • Bagikan