Tak sampai di situ, Alexander kemudian mengutarakan gambaran-gambaran atau hal yang mampu memunculkan kemungkinan serta dugaan adanya aliran uang ke Partai Demokrat. Gambaran yang ia maksud tersebut berkaitan dengan keberadaan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan: Nur Afifah Balqis pada saat KPK melakukan OTT kepada Abdul Gafur Mas’ud.
”Tentu simpul-simpul tadi ya, dikaitkan dengan pemilihan ketua DPD atau kemudian di Jakarta yang bersangkutan juga bersama dengan bendahara partai, ya ini kan menjadi petunjuk. Tentu, nanti akan dilihat di proses penyidikan. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan informasi tersebut,” ungkap dia.
Dalam OTT ini, KPK menyatakan telah turut menyita uang senilai Rp 1 miliar. Selain uang, KPK juga melakukan penyitaan uang sejumlah Rp 447 juta yang berada di dalam rekening.
“Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 1 miliar dan rekening bank dengan saldo Rp 447 juta serta sejumlah barang belanjaan dibawa ke gedung Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan,” ujar Alexander.
Baca Juga : KPK Diisukan Lakukan OTT di Kaltim
Adapun sangkaan KPK terhadap para tersangka yang ditetapkan ini, diduga berkaitan dengan dugaan pemberian dan dugaan penerima suap menyoal pengadaan barang dan jasa, serta perizinan.






