KIRKA – Harta Adi Erlansyah calon Pj Bupati Pringsewu versi LHKPN untuk laporan tahun 2020 dipublikasikan dan dapat dilihat lewat situs e-LHKPN.
Merujuk pada situs yang dikelola KPK ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung tersebut melaporkan kepemilikan hartanya sejumlah Rp 9.239.480.898. Itu didasarkan pada dokumen LHKPN miliknya yang dilihat KIRKA.CO pada 11 Mei 2022.
Baca Juga : Harta Budhi Dharmawan Calon Pj Bupati Tulangbawang Barat Versi LHKPN
Adapun jumlah harta Adi Erlansyah itu terdata di situs e-LHKPN sebagai pelaporan LHKPN yang disampaikan pada 12 Maret 2021 untuk format LHKPN jenis Periodik atas pelaporan tahun 2020.
Laporan harta yang dilihat KIRKA.CO ini adalah pelaporan LHKPN saat Adi Erlansyah menduduki jabatan sebagai Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Lampung.
Untuk diketahui, KPK sementara ini belum mempublikasikan informasi mengenai harta Adi Erlansyah untuk LHKPN pelaporan tahun 2021.
Sosok Adi Erlansyah belakangan ini menjadi perbincangan di ruang publik. Pasalnya, nama Adi Erlansyah santer diusulkan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi ke Kemendagri untuk mengisi jabatan Pj Bupati Pringsewu.
Adapun pengusulan nama Adi Erlansyah tersebut merupakan dampak dari akan habisnya masa kepemimpinan Sujadi sebagai Bupati Pringsewu di tahun 2022 ini.
Walaupun nama itu telah santer diusulkan, Arinal Djunaidi dalam sejumlah pemberitaan yang telah terpublikasi tidak membantah ataupun membenarkannya. Arinal cuma kasih jawaban kalau posisi Pj Bupati Pringsewu belum diputuskan oleh Kemendagri.
Merujuk pada laporan hartanya tadi, Adi Erlansyah melaporkan kepemilikan utangnya ke KPK sejumlah Rp 78.867.000.
Adi Erlansyah juga menyampaikan adanya kepemilikan harta dari sisi tanah dan bangunan sebanyak 17 item, yang terdiri atas 4 item kepemilikan tanah dan bangunan dan 13 item kepemilikan tanah. Nominal nilai atas keseluruhannya bernilai Rp 6.865.000.000.
Kepemilikan harta dari 4 item tanah dan bangunan yang ia miliki dan terletak di beberapa tempat, yakni tiga item tanah dan bangunan di Kota Bandar Lampung dan satu item tanah dan bangunan di Bogor.






