Kirka – Klub andalan tuan rumah, Anbustra, langsung mematok target tinggi dalam pusaran Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah I Sumatera 2026 yang tengah bergulir di GOR Siger, Bandarlampung.
Menjamu delapan kekuatan dari berbagai provinsi tetangga pada 24–26 Juli, skuad perwakilan Lampung berambisi mengamankan trofi bergengsi Piala Wali Kota sekaligus menjadikan lapangan pertandingan sebagai arena uji nyali jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X.
Sistem setengah kompetisi diterapkan penuh pada nomor inter regu putra dan putri.
Di atas arena, Anbustra harus meladeni perlawanan sengit dari delapan tim tamu, yakni Rencong Timur (Aceh), RSTC (Sumatera Barat), Pengprov PSTI (Riau), Bujang Sembilan (Kepulauan Riau), Sriwijaya Takraw (Sumatera Selatan), Naway Club (Bengkulu), serta AIAI Club (Bangka Belitung).
Pada edisi tahun berjalan, satu-satunya daerah urung mengirimkan delegasi hanyalah Sumatera Utara.
Menyikapi berjalannya turnamen, Ketua Badan Liga Sepak Takraw I Indonesia, Alimudin, menyatakan kompetisi bersistem regional meliputi zona Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua merupakan pondasi pembinaan yang berkesinambungan.
Penunjukan Lampung sebagai pusat laga wilayah Sumatera bertujuan mengumpulkan para atlet muda potensial dalam satu wadah kompetitif.
Menurut Alimudin, federasi secara konsisten menargetkan penjaringan talenta-talenta unggul dari daerah untuk didorong ke jenjang lebih tinggi.
Pemain dengan performa menonjol berpeluang ditarik masuk radar pemusatan latihan nasional.
“Liga memberi pengalaman bertanding lebih banyak guna mengasah kualitas permainan.
“Tujuannya jelas, mempersiapkan serta menyaring atlet berkualitas untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di ajang SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia,” terang Alimudin, Sabtu, 25 Juli 2026.
Tingginya tensi pertandingan lintas batas provinsi rupanya disikapi dengan optimisme oleh kubu tuan rumah.
Pelatih Anbustra, Abdul Malik, meyakini anak asuhnya mampu bertarung maksimal meraup pundi-pundi medali pada kategori putra maupun putri.
Kepercayaan diri sang arsitek tim terbangun dari komposisi pemainnya yang solid.
Seluruh atlet yang turun gelanggang merupakan pesepak takraw pilihan hasil representasi berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
“Jadi ajang selevel Sumatera menjadi sarana tepat untuk menguji kesiapan skuad menyambut Porprov nanti.
“Pertandingan ketat berbalut kompetisi juga bagian dari mematangkan persiapan atlet menuju Pra-PON mendatang,” tandas Abdul Malik.






