Kirka – Satu dari tiga desainer yang diutus mewakili Sang Bumi Ruwa Jurai sukses merebut tiket ke babak nasional pada Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Fatmawati Trophy 2026 Regional IV.
Ajang bergengsi tingkat regional itu berlangsung meriah di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Keberhasilan ini pun menempatkan delegasi Lampung sejajar dengan dua provinsi lain yang juga meloloskan masing-masing satu perwakilannya, yakni Sumatera Selatan dan sang tuan rumah Kepulauan Bangka Belitung.
Ketiga desainer terpilih berhak melaju untuk beradu karya di tingkat pusat pada waktu mendatang.
Perjuangan para peserta turut mendapat pengawalan langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti.
Hadir mendampingi bersama jajaran fungsionaris partai, ia mengapresiasi pencapaian para kreator muda tersebut.
Menurutnya, torehan yang diraih menjadi bukti nyata bahwa bakat lokal mampu berbicara banyak di kancah yang lebih luas.
“Pencapaian membuktikan desainer muda kita memiliki kreativitas serta daya saing tinggi.
“Semoga apa yang didapat mampu menjadi motivasi bagi generasi muda lain untuk terus berkarya sekaligus melestarikan budaya Nusantara,” ungkap Winarti, Kamis, 23 Juli 2026.
Kompetisi fesyen berbasis kearifan lokal tersebut memang dirancang sebagai wadah adu gagasan sekaligus ruang pelestarian budaya.
Kemeriahan agenda makin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPP PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga kalangan akademisi.
Dalam sambutannya, Puti Guntur Soekarno mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan semangat juang Fatmawati Soekarno sebagai pemicu inspirasi.
Ia menekankan bahwa rancangan busana yang ditampilkan para peserta memiliki nilai lebih yang melampaui sekadar produk industri kreatif semata.
Karya yang dilahirkan para desainer, lanjut Puti, memegang peran sentral dalam memperkuat identitas budaya bangsa di tengah cepatnya arus perkembangan zaman.
Oleh karena itu, konsistensi dalam mengangkat nilai-nilai kebangsaan lewat balutan busana harus terus dijaga keberlangsungannya.
Sebagai catatan, sebelum berlaga di Kepulauan Bangka Belitung, tiga desainer terbaik Lampung telah melewati proses seleksi ketat di daerah asalnya.
Mereka adalah Soni Oktariza yang berstatus juara pertama tingkat provinsi, disusul Nabilla Zahara pada posisi kedua, dan Dedi Edwin di tempat ketiga.
Ketiga perwakilan secara resmi dilepas keberangkatannya dari Kantor DPD PDI Perjuangan Lampung pada penghujung Juni lalu guna membawa harum nama daerah lewat mahakarya kebaya kebanggaan.






