KIRKA – Demo mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil bakal berlanjut setelah aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini di Kantor Pemprov Lampung pada Rabu, 13 April 2022.
Baca Juga : Demo Mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil Aksi Damai
Tommy Pasha selaku Koordinator Lapangan aksi mahasiswa mengultimatum Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay untuk merealisasikan tuntutan mereka dalam 3×24 jam.
“Aliansi Lampung Memanggil mengultimatum selama tiga hari solusi dari tujuh poin tuntutan itu,” kata dia.
Aksi mahasiswa BEM Lampung menyampaikan tujuh poin tuntutan yakni:
1. Menolak dengan tegas kenaikan harga BBM dan menuntut pemulihan dari krisis energi yang sedang berlangsung
2. Menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok
3. Menuntut terwujudnya Reforma Agraria sejati
4. Menuntut untuk dicabutnya UU Cipta Kerja, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
5. Menuntut kemudahan akses kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia
6. Menuntut terwujudnya pendidikan yang gratis, ilmiah dan demokratis
7. Mengecam dengan keras tindakan represifitas aparat keamanan terhadap massa aksi dan menuntut untuk dihentikannya kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat dan mahasiswa.
Baca Juga : Aliansi Lampung Memanggil Akan Sampaikan Delapan Tuntutan
Tommy Pasha mengatakan tuntutan mereka telah diterima dan disepakati dengan menandatangani surat pernyataan sikap.
“Ketika tidak ada solusi dan masih janji-janji manis dari pihak korporasi, eksekutif, dan legislatif, kami akan mengecam dan tetap menyuarakan aksi-aksi perjuangan berikutnya dengan skala massa yang lebih banyak,” ujar dia.
Aliansi Lampung Memanggil, lanjut Tommy, akan tetap berjuang dan mengontrol semua kebijakan yang dilakukan pemerintahan pusat maupun daerah.






