Dua Kali Terluka di Final, Saatnya Futsal PWI Lampung Balas Dendam di Porwanas 2027

Dua Kali Terluka di Final, Saatnya Futsal PWI Lampung Balas Dendam di Porwanas 2027
Sesi diskusi dan persiapan strategi tim futsal di lapangan indoor. Foto: Arsip KONI/PWI/Kirka/I

Kirka – Kegagalan meraih kasta tertinggi dalam dua perhelatan beruntun rupanya membekas kuat bagi skuad futsal PWI Lampung.

Menjelang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027, kontingen Bumi Ruwa Jurai enggan sekadar berpartisipasi dan langsung mematok target sapu bersih emas, apalagi mereka akan berlaga di hadapan publik sendiri.

Gengsi turnamen antar wartawan se-Indonesia tahun depan dipastikan berlipat ganda.

Pasalnya, jadwal pertandingan sengaja diintegrasikan dengan puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 di Lampung.

Ajang unjuk gigi para jurnalis olahraga pun rencananya bakal disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Khusus di lapangan hijau, aroma balas dendam sangat terasa.

Ketua Harian Porwanas 2027, Supriyadi Alfian, tidak menampik bahwa cabang futsal menjadi skala prioritas daerah.

Pengalaman pahit tertahan di posisi runner up saat berlaga di Kalimantan Timur dan Malang memaksa panitia lokal bergerak lebih awal meracik komposisi pemain.

“Dua kali penyelenggaraan sebelumnya, tim kita selalu sukses menembus partai puncak meski akhirnya harus puas membawa pulang perak.

“Tahun depan, dengan persiapan yang sudah dicicil jauh-jauh hari plus keuntungan bermain di rumah sendiri, target mutlak kita adalah medali emas,” ucap Supriyadi di Bandarlampung, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Saat ini, tim penjaringan tengah sibuk menyaring bakat-bakat terbaik guna mengisi dua slot tim futsal, yakni kategori usia 27-39 tahun dan kelompok 40 tahun ke atas.

Proses seleksi berjalan cukup alot lantaran selain dituntut mahir mengolah si kulit bundar, peserta wajib mengantongi legalitas sebagai wartawan profesional.

Pintu penyetoran data atlet pun dijadwalkan tutup rapat pada akhir bulan berjalan.

Kendati futsal memikul beban target tinggi, perburuan medali bagi PWI Lampung tidak hanya bergantung pada satu sektor.

Supriyadi merinci, panitia nasional telah menetapkan 13 nomor pertandingan.

Rinciannya mencakup 11 cabang olahraga fisik, adu olah vokal alias karaoke, hingga uji ketangkasan karya jurnalistik. Total ada 71 medali emas yang disebar.

Demi memaksimalkan pengumpulan poin, penyaringan atlet untuk catur, domino, tenis meja, serta karaoke sudah mulai dipanaskan.

Tujuh bidang olahraga lain dipastikan segera menyusul.

Nomor-nomor potensial semacam mini soccer, biliar, serta tarik suara yang memperebutkan enam keping emas diharap mampu menambal pundi-pundi medali kontingen tuan rumah.

Sebagai catatan, start lebih awal meramu tim tentu bukan tanpa sebab.

Rekam jejak kontingen Lampung yang sekadar bertengger di urutan ketujuh pada edisi Porwanas silam menjadi pecutan keras.

Seluruh manajer cabang kini diminta langsung menggenjot porsi latihan fisik maupun strategi atlet seketika kerangka utama skuad terbentuk.

“Target resmi memang ada di tangan Ketua PWI. Namun menilik kesiapan kawan-kawan di lapangan, menembus tiga hingga lima besar nasional rasanya sangat realistis.

“Syukur-syukur kalau kerja keras dan doa bersama mengantarkan kita merebut trofi juara umum,” tutupnya mantap.