KIRKA – Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin galang koalisi besar usung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Cak Imin menyampaikan kesiapan partainya untuk mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal capres usai bertemu Hamzah Haz.
Pertemuan keduanya berlangsung di kediaman Wakil Presiden RI ke-9, Jalan Tegalan, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (11/5/2023).
“Kalau memang Pak Prabowo sudah mantap, ya kita tentu siap saja untuk mendukung beliau,” kata Cak Imin.
Baca Juga: PDIP Resmi Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
PKB dan Gerindra telah menandatangani naskah deklarasi koalisi Pemilu 2024 di SICC (Sentul International Convention Center), Bogor, pada Sabtu (13/8/2022) lalu.
Penandatanganan kerja sama partai dilakukan setelah Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai bakal capres dalam Rapimnas di Sentul, Bogor, 12-13 Agustus 2022.
Pada rapimnas tersebut, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya maju sebagai capres pada Pemilu 2024.
“Dengan penuh rasa tanggung jawab saya menerima permohonan Saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai Calon Presiden Indonesia,” kata Prabowo di hadapan ribuan pendukungnya.
Baca Juga: PKB Gerindra Berkoalisi dengan Lima Poin Kesepakatan
Untuk memperkuat Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, Cak Imin kembali menggalang koalisi besar untuk mengusung Prabowo Subianto di pencalonan presiden 2024.
Sejumlah partai disebut-sebut akan digandeng masuk ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, seperti Partai Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia.
“Kita ingin tiga kekuatan ini menyatu, Gerindra, PKB, dan Golkar. Nanti, pada saatnya kita umumkan,” kata Cak Imin.
Cak Imin galang koalisi besar usung Prabowo Subianto dengan melakukan pendekatan ke sejumlah partai.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB Faisol Riza mengatakan pihaknya telah sepakat untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres di Pilpres 2024 sejak Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya terbentuk.
“Itu dibahas berdua, Pak Prabowo dengan Pak Muhaimin,” kata Faisol di Jakarta, Rabu (10/5/2023), dikutip dari Kompas.id.
Kesepakatan itu, lanjut Faisol, mengikat langkah politik PKB dan Gerindra.
“Oleh karena itu, seluruh langkah politik yang dilakukan PKB akan dilaporkan kepada Gerindra,” ujar Faisol.
Tidak terkecuali upaya PKB bekerja sama dengan Partai Golkar membentuk tim yang bertugas mempercepat pembentukan koalisi besar.
Ketua DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya telah menawarkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi bakal cawapres Prabowo Subianto.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Punya Figur Kompetitif di Pilpres 2024
Usulan itu disampaikan kepada PKB sebagai upaya pembentukan koalisi besar yang digagas Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
KIB merupakan gabungan dari Partai Golkar, PAN, dan PPP.
“Salah satu proposalnya adalah Prabowo presiden dan wakil presidennya dari KIB, yaitu Airlangga Hartarto. Tetapi, itu harus diterima (semua parpol) yang ikut bergabung di sini,” kata Nusron.
Baca Juga: PPP Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo, Koalisi Partai Berubah?






