Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Punya Figur Kompetitif di Pilpres 2024

Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Punya Figur Kompetitif di Pilpres 2024
Koalisi Indonesia Bersatu dari kiri-kanan; Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Foto: Kolase kirka.co

KIRKA – Koalisi Indonesia Bersatu tidak punya figur kompetitif di Pilpres 2024 sejak dideklarasikan pada Sabtu, 4 Juni 2022, malam di Hutan Kota Plataran, Jakarta.

Sosok pimpinan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, memiliki tingkat kepopuleran yang rendah pada setiap lembaga survei nasional.

Pengamat politik dari Universitas Lampung, Darmawan Purba SIP MIP, menilai ketokohan pimpinan partai politik untuk diusung sebagai calon presiden menjadi dilema dalam sebuah koalisi.

“Di satu sisi, tiket pencalonan dipegang oleh pimpinan partai politik, namun di sisi lain opini publik justru berbeda terhadap pimpinan partai tersebut,” kata dia ketika dihubungi pada Kamis, 18 Agustus 2022, malam.

Sehingga elektabilitas dan popularitas tokoh-tokoh politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu di bawah standar kompetitif untuk bisa masuk dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2024.

“Bahkan kita melihat elektabilitas pimpinan ketiga partai itu berada jauh di bawah perolehan suara partai politiknya pada saat Pemilu 2019 lalu,” ujar Darmawan Purba.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Presiden Pilihan Penduduk Kota Bandar Lampung di 2024 

Figur Kompetitif Koalisi Gerindra-PKB di Pilpres 2024

Dosen FISIP Jurusan Ilmu Pemerintahan ini melihat hal sebaliknya pada koalisi Gerindra-PKB yang baru terbentuk pada Sabtu, 13 Agustus 2022, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menandatangani naskah deklarasi kerja politik bersama untuk memenangkan paslon capres dan cawapres yang disepakati.

Lima poin naskah deklarasi disepakati setelah hasil rapat pimpinan nasional Partai Gerindra, di hari yang sama, secara bulat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Baca Juga: PKB Gerindra Berkoalisi dengan Lima Poin Kesepakatan 

Darmawan Purba menilai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto figur kompetitif koalisi Gerindra-PKB di Pilpres 2024 beranjak dari fakta statistik riset lembaga survei.

“Dari opini publik soal calon-calon presiden, secara faktual, Pak Prabowo masih masuk dalam review publik sebagai sosok yang memiliki elektabilitas di tiga besar,” ujar dia.

Dua figur kompetitif lainnya di Pilpres 2024 adalah Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan. Namun sampai hari ini keduanya belum memiliki tiket untuk proses pencalonan sebagai capres yang diusung partai politik.

“Dari aspek tersebut, secara elektoral, Prabowo Subianto lah yang memiliki peluang untuk mencalonkan dan dicalonkan. Termasuk peluang berkompetisi merebut hati rakyat pada saat pemilihan presiden,” kata dia lagi.

Aliansi politik yang dibangun Gerindra-PKB juga berpotensi mengusung Muhaimin Iskandar sebagai pendamping Prabowo Subianto.

Terlebih PKB mampu meraih perolehan suara yang cukup signifikan pada Pemilu 2019 lalu.

“Dan sedikit banyak juga kita ketahui bahwa PKB memiliki hubungan sosiopsikologis dengan keluarga besar Nahdliyyin, walaupun tersebar juga dengan kandidat lainnya,” pungkas Darmawan Purba.

Publik menilai Koalisi Indonesia Bersatu tidak punya figur kompetitif di Pilpres 2024 karena hingga pengumuman visi misi koalisi partai menuju Pilpres 2024 pada Minggu, 14 Agustus 2022, di Surabaya, para ketua umum partai belum juga mengumumkan sosok capres yang akan menjadi kandidat Presiden RI.