KIRKA – Sekretaris PWNU Lampung, Ariyanto Munawar tegaskan mantan Rektor Unila, Karomani tidak kasih jaminan titipan mahasiswanya pasti lulus.
Hal ini diutarakan Ariyanto Munawar saat ditanyai Sukarmin kuasa hukum dari Karomani di PN Tipikor Tanjungkarang pada 9 Maret 2023.
Menurut Ariyanto, titipan mahasiswa Unila yakni anak dari AKBP Hepi Hasasi pada tahun 2021 akhirnya lulus setelah bertemu dengan Karomani dan Hepi Hasasi di ruangan kerja Karomani.
”Nggak ada. Nggak ada, nggak ada jaminannya,” ucap Ariyanto Munawar kepada Sukarmin.
Sejauh yang diingat Ariyanto, dirinya bersama dengan Hepi Hasasi menemui Karomani di ruangan kerja Rektor Unila namun lupa waktunya kapan. Dia mengaku kalau pertemuan tersebut berlangsung di siang hari pada waktu jam kerja dan tidak ada siapa pun di ruangan tersebut selain mereka bertiga.
”Saya, Hepi, Pak Karomani. Tidak ada (Sekretaris). Siang, jam kerja,” ujar Ariyanto kepada Ahmad Handoko kuasa hukum Karomani.
Baca juga: Hakim Mentahkan Jurus Sakit Pinggang Sekretaris PWNU Lampung Ariyanto Munawar
Seingat Ariyanto, obrolan di dalam ruangan kerja Karomani tidak ada membahas tentang jumlah sumbangan atau infak dari pembangunan Gedung Lampung Nahdliyin (LNC).
Meski tidak membahas jumlah uang sumbangan, Mualimin yang merupakan orang suruhan Karomani dinyatakan Ariyanto mendatangi rumahnya untuk mengambil uang Rp100 juta dari Hepi Hasasi yang juga hadir di kediamannya.
”Mualimin (yang datang), tanggal 4 Juli 2021,” kata Ariyanto.
Mendengar jawaban ini, Ahmad Handoko bertanya apakah Ariyanto Munawar melaporkan kepada Karomani bahwa uang Rp100 juta dari Hepi Hasasi tersebut sudah diambil Mualimin.
”Saya lupa,” jawab Ariyanto.
Ariyanto menambahkan kalau dirinya memang diundang untuk peresmian Gedung LNC namun tidak hadir. ”Saya tidak hadir. Saya diundang, tapi saya tidak hadir,” katanya.
Baca juga: Ariyanto Munawar Ungkap Peran Oknum Polda Lampung Hepi Hasasi di Perkara Korupsi Unila






