Menu
Precision, Actual & Factual

Aliza Gunado Ladonny Disebut Segera Menyusul Diperiksa KPK Terkait Kasus Wali Kota Tanjungbalai

  • Bagikan
Aziz Syamsudin dan Aliza Gunado Ladony. Foto Istimewa

KIRKA.CO – KPK baru saja mengumumkan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan penyidik dalam proses penegakan hukum di tingkat penyidikan atas perkara korupsi yang menyeret Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial berikut oknum penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Teranyar, penyidik dinyatakan mengagendakan pemeriksaan kepada 8 orang saksi. Salah satu di antara orang yang diperiksa itu adalah Agus Susanto, seorang wiraswasta.

Nama Agus Susanto bukan kali ini saja muncul di dalam perkara ini. Ia adalah satu di antara 3 orang yang dicekal KPK untuk bepergian ke luar negeri.

Pencekalan itu masih berkorelasi dengan perkara tadi. Selain Agus Susanto, nama yang dicekal tadi di antaranya Aziz Syamsudin dan Aliza Gunado Ladonny.

Dari 3 orang ini, tercatat sudah 2 orang yang diagendakan pemeriksaannya. Aziz Syamsudin sebelum sudah diagendakan untuk diperiksa, tapi mangkir.

Pada Senin, 24 Mei 2021 ini, pemeriksaan Agus Susanto menyusul dilakukan penyidik. Yang tersisa adalah pemeriksaan kepada mantan Dirut Bisnis PT LJU Aliza Gunado Ladonny.

Melihat hal ini, Ketua Pematank Suadi Romli mengatakan, “tinggal menunggu giliran, mereka yang dicekal tadi, akan diperiksa penyidik. Ya termasuk Aliza tadi”.

Hal ini diutarakan Romli kepada KIRKA.CO, Senin, 24 Mei 2021. Menurut dia, sejak awal pencekalan itu memang dapat bernilai bahwa penyidik sangat butuh keterangan mereka.

“Terlebih memang, dalil pencekalan itu dikaitkan dengan perkara yang menyangkut Tanjungbalai. Juga perlu diketahui, fakta sidang yang tersaji di PN Tipikor Tanjungkarang menyatakan bahwa antara Aliza dan Aziz ini, memanglah sudah kenal lama. Jadi tak heran, kalau nama dua orang ini muncul dalam perkara Tanjungbalai,” jelas Romli.

Untuk diketahui, kedekatan Aziz dan Aliza yang dimaksud Romli itu adalah menyoal dugaan penerimaan fee atas pengurusan alokasi DAK Pemkab Lampung Tengah.

Aliza, Aziz berikut dengan Jarwo, diduga berkolaborasi untuk menarik fee kepada Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa senilai Rp 2,5 miliar.

Dua orang tadi bersama Aziz yang dulunya merupakan Ketua Badan Anggaran DPR, berjanji dapat meloloskan alokasi DAK kepada Mustafa senilai Rp 100 miliar di tahun 2017.

Untuk janji itu, Mustafa diduga harus mengeluarkan fee. Keterangan ini diungkapkan oleh Mustafa sendiri dan dikuatkan dengan keterangan sejumlah saksi di antaranya mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Kembali kepada pemeriksaan Agus Susanto, penyidik KPK juga melakukan penjadwalan pemeriksaan kepada Kepala Bagian Sekretariat MKD DPR, Chrysanthi Permatasari.

Berikut daftar pemeriksaan saksi-saksi yang dimaksud KPK lewat Plt Juru Bicara Bidang Penindakan, Ali Fikri.

1. Kepala Bagian Sekretariat MKD DPR, Chrysanthi Permatasari.

2. Staf hukum operasional BCA, Randy Bagas Prasetya

3. Ibu rumah tangga, Riefka Amalia

4. Karyawan Swasta Eden Farm, Angga Yudhistira

5. Ibu rumah tangga, Putri Amalia

6. Wiraswasta, Riski Cinde Awaliyah

7. Wiraswasta, Agus Susanto

8. Mahasiswa, Nikodemus Roy Pattuju

  • Bagikan