16 Insiden ASDP: Saat Klaim “Keselamatan Prioritas” Kehilangan Rekam Jejak

16 Insiden ASDP: Saat Klaim “Keselamatan Prioritas” Kehilangan Rekam Jejak
Kepulan asap hitam membubung dari badan kapal yang terbakar disertai proses evakuasi penumpang ke atas sekoci penyelamat. Foto: Arsip Istimewa/Kirka/Iz

Kirka – Rentetan kecelakaan armada milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali bertambah menyusul terbakarnya KMP Batumandi di perairan Merak pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memohon Presiden Prabowo Subianto bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) segera mengevaluasi total hingga mengganti Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo.

Menurut Mahendra, perombakan pucuk pimpinan sangat beralasan mengingat dalam kurun satu tahun terakhir jajaran direksi dan dewan komisaris (dekom) ASDP sudah tiga kali mengalami pergantian.

Namun, bongkar pasang pengurus sebanyak tiga kali dalam setahun terbukti belum mampu menghentikan berulangnya kecelakaan kapal di lapangan.

“Pergantian direksi dan dewan komisaris di tubuh ASDP sudah berlangsung tiga kali dalam setahun terakhir, artinya tidak ada lagi penghalang bagi Danantara untuk mengambil tindakan tegas.

“Jika klaim keselamatan sebagai prioritas utama gagal mencegah berulangnya kecelakaan kapal, maka persoalannya bukan lagi soal statistik di atas kertas, melainkan menyangkut kredibilitas kepemimpinan Direktur Utama ASDP,” ujar Mahendra Utama.

Catatan Mahendra menunjukkan peristiwa terbakarnya KMP Batumandi menggenapi sedikitnya 16 insiden pelayaran yang menimpa kapal milik BUMN penyeberangan sejak 2024 hingga Oktober 2026.

Rekam jejak buruk keselamatan pelayaran berbanding terbalik dengan klaim manajemen perusahaan selama beberapa waktu terakhir.

Ia mengingatkan kembali pernyataan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, pada Mei 2026 lalu.

Kala itu, Heru berulang kali menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Bahkan, pucuk pimpinan ASDP sempat memamerkan capaian tingkat kecelakaan sepanjang 2025 sebesar 0,220 persen, yang diklaim lebih baik ketimbang target perusahaan di angka 0,230 persen.

Deretan Kecelakaan Armada ASDP sepanjang 2026

Fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya. Sepanjang 2026 saja, sejumlah kecelakaan serius silih berganti menimpa kapal milik ASDP.

Pada Maret 2026, KMP Portlink VII dilalap api. Selang beberapa waktu, giliran KMP Aceh Hebat 2 mengalami ledakan mesin hingga melukai 15 orang di dalamnya, sebelum disusul insiden terbakarnya KMP Batumandi di perairan Merak pada 20 Oktober 2026.

“Enam belas kali insiden dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun jelas bukan sekadar anomali statistik atau faktor nasib semata.

“Angka kecelakaan sebanyak itu memperlihatkan bahwa lapisan pertahanan budaya keselamatan, pengawasan kelaikan armada, serta kepemimpinan operasional di tubuh ASDP masih berlubang,” tegas Mahendra.

Merujuk pendekatan Swiss Cheese Model dari pakar manajemen risiko Profesor James Reason, Mahendra menerangkan bahwa kecelakaan transportasi jarang lahir dari kesalahan tunggal petugas di lapangan.

Sebaliknya, musibah pelayaran merupakan akumulasi celah kelemahan pada berbagai lapis pertahanan organisasi.

Sebagaimana rumusan Profesor James Reason, operator di lapangan cenderung menjadi pewaris cacat sistem akibat keputusan manajemen yang buruk.

Oleh sebab itu, Mahendra menekankan bahwa tiga kali perubahan komposisi direksi maupun komisaris dalam setahun tidak akan berdampak nyata apabila budaya keselamatan kerja gagal dihadirkan dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

“Presiden Prabowo Subianto dan Danantara perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Direktur Utama PT ASDP.

“Kursi pimpinan tertinggi perusahaan harus diisi sosok yang lebih kredibel, kapabel, serta punya rekam jejak nyata dalam membangun budaya keselamatan pelayaran, bukan sekadar mengumbar retorika di panggung penghargaan,” tutup Mahendra.