APH  

Tiba September 2026, Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Resmi Bermarkas di Lampung

Tiba September 2026, Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Resmi Bermarkas di Lampung
Teluk Ratai, Lampung, yang dipersiapkan menjadi markas strategis Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (C551). Armada pertama Indonesia ini dijadwalkan tiba pada September 2026 untuk memperkuat TNI AL. Foto: Istimewa/Kirka/I

Kirka – Pemerintah resmi menetapkan Perairan Teluk Ratai, Provinsi Lampung, sebagai pangkalan utama kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi.

Wilayah maritim tersebut terpilih karena dinilai paling memenuhi kelayakan operasional militer TNI Angkatan Laut (TNI AL) guna menampung kedatangan armada raksasa itu pada 20 September 2026.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, menegaskan bahwa penetapan lokasi markas telah melalui proses observasi panjang.

Kondisi geografis perairan Lampung dipastikan sangat mumpuni sebagai pelabuhan bagi kapal berspesifikasi tinggi.

“Sesuai rencana, Pangkalan TNI AL Lampung ditunjuk menjadi tempat bersandar Giuseppe Garibaldi.

“Parameter alam perairannya sangat memenuhi syarat,” papar Kolonel Kanang, dilansir pada Rabu, 22 Juli 2026.

Menyongsong kedatangan armada eks Italia tersebut, proses pengerjaan fasilitas pendukung di lapangan terus digenjot.

Prioritas konstruksi terpusat pada area sandar yang harus dilebarkan sekaligus dipanjangkan secara masif.

Kolonel Kanang menambahkan, struktur bangunan pelabuhan kelak membutuhkan dimensi ekstra agar sesuai standar keamanan.

“Untuk dermaga standarnya nanti membentang sekitar 500 sampai 600 meter,” jelasnya.

Kesiapan sarana prasarana juga dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan.

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan, Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto, menyebut pengerjaan fisik di Teluk Ratai berjalan sesuai target waktu pelaksanaan.

“Proses pembangunannya sekarang sudah menyentuh angka 76 persen,” kata Marsda Hendrikus.

Selain memacu pembangunan fasilitas dermaga, pemerintah menaruh fokus penuh pada pematangan sumber daya manusia.

Sebanyak 100 prajurit pilihan telah diberangkatkan ke negara asal kapal pembawa pesawat tempur tersebut.

Ratusan personel militer itu tengah menjalani pemusatan latihan teori maupun praktik kelautan tingkat lanjut.

Setelah dinyatakan lulus, mereka akan memikul tanggung jawab mengoperasikan sistem kapal sekaligus menavigasi pelayaran perdananya melintasi samudra menuju Tanah Air.