Kirka – Kebijakan PGN Area Lampung menggratiskan biaya reaktivasi jaringan gas (jargas) hingga Desember 2026 langsung berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat bawah.
Pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan energi kini jauh lebih hemat ketimbang harus rutin membeli tabung gas eceran.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, melihat program pembebasan biaya penyalaan kembali jargas sebagai sebuah langkah cerdas.
Konsumen dipastikan mendapat manfaat ekonomi secara langsung dari kebijakan perusahaan pelat merah penyedia gas bumi.
Tagihan pemakaian jargas rata-rata hanya memakan biaya Rp65.000 sampai Rp70.000 per bulan.
Angka pengeluaran jauh lebih murah dibanding kebiasaan membeli gas tabung 3 kilogram yang harganya sering berfluktuasi antara Rp18.000 hingga Rp20.000 di tingkat pengecer.
“Satu rumah tangga rata-rata butuh empat sampai lima tabung gas setiap bulan, biayanya bisa tembus Rp100.000.
“Lewat jargas, warga bisa berhemat 20 sampai 30 persen atau sekitar Rp360.000 setiap tahun,” beber Mahendra di Bandarlampung, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kondisi penghematan bersinggungan langsung dengan teori Consumer Surplus usulan ekonom Alfred Marshall.
Mahendra menjelaskan, selisih antara kemampuan warga membayar dengan harga riil berhasil menciptakan kesejahteraan baru bagi sebuah keluarga.
Bukan sekadar urusan kantong, pelanggan juga merasakan jaminan keamanan ganda.
Aris, warga Kecamatan Enggal, mengaku lebih tenang beraktivitas di dapur setelah kembali memakai saluran jargas.
“Waktu pakai gas biasa, orang di rumah kadang takut masangnya, ngeri bocor. Lewat sambungan pipa PGN langsung, kami sudah tenang, tinggal putar keran,” ungkap Aris.
Rasa aman otomatis menghilangkan beban risiko kecelakaan domestik atau dapur.
Warga pun tidak perlu repot mencari agen keliling saat kehabisan gas di tengah proses memasak, sebuah bentuk efisiensi waktu yang sangat terasa manfaatnya.
Mahendra memandang pembebasan ongkos reaktivasi ibarat stimulus fiskal skala mikro.
Langkah strategis korporasi menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial untuk membuka akses energi murah dan berkeadilan bagi publik.






