Saingi Bali, Mobilitas Warga Lampung Tembus 7 Juta Perjalanan

Saingi Bali, Mobilitas Warga Lampung Tembus 7 Juta Perjalanan
Geliat mobilitas Lampung tembus 7 juta perjalanan di Kuartal I 2026, hampir menyamai Provinsi Bali. Berdasarkan data BPS, Lampung kini masuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan mobilitas tertinggi nasional. Sumber: BPS

Kirka – Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan data terbaru pergerakan wisatawan nusantara sepanjang kuartal pertama 2026.

Dari total 319,51 juta perjalanan skala nasional, mobilitas warga asal Provinsi Lampung sukses menyentuh angka 7 juta.

Catatan rekor baru menempatkan daerah di ujung selatan Pulau Sumatera masuk ke dalam daftar sepuluh besar provinsi dengan lalu lintas manusia tertinggi di Indonesia, membayangi ketat Bali.

Selisih volume pergerakan antara Lampung dan Pulau Dewata terbilang sangat tipis.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perjalanan asal Bali tercatat sebanyak 7,01 juta.

Angka tujuh juta dari masyarakat Lampung bukan sekadar cerminan membeludaknya aktivitas liburan, melainkan wujud nyata tingginya arus komuter lintas wilayah.

Perjalanan harian mayoritas didominasi oleh urusan pekerjaan, pendidikan, niaga, hingga logistik.

Tingginya lalu lintas pergerakan orang memberi gambaran nyata betapa dinamisnya urat nadi ekonomi daerah.

Keterhubungan infrastruktur konektivitas seperti jalan tol tol dan pelabuhan yang beroperasi maksimal rupanya sukses memacu pergerakan massal, hingga membuka ruang lebih lebar bagi perputaran roda ekonomi dari desa hingga perkotaan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan volume perjalanan nasional melesat 13,14 persen membandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Walau Lampung dan Bali sukses mengamankan posisi daftar sepuluh besar, arus utama tetap berpusat pada Pulau Jawa.

Populasi padat dipadukan dengan aglomerasi industri membuat Jawa Barat memimpin klasemen lewat 59,63 juta perjalanan.

Jutaan pekerja yang saban hari memadati rute menuju pusat pabrik dan Jakarta menyumbang porsi dominan.

Jawa Timur menyusul di urutan kedua melalui 51,68 juta perjalanan, lalu Jawa Tengah mengunci posisi ketiga dengan 37,93 juta.

Sebagai episentrum bisnis sekaligus jantung pemerintahan, lalu lalang dari DKI Jakarta terekam pada angka 27,73 juta perjalanan.

Banten mengekor di urutan kelima melalui 21,48 juta perjalanan, yang mayoritas didorong oleh rutinitas harian masyarakatnya menuju ibu kota.

Bergeser ke luar Jawa, masyarakat Sumatera Utara membukukan rekor penyumbang perjalanan terbanyak mencapai 15,25 juta.

Sementara roda mobilitas kawasan timur Indonesia berputar paling kencang di Sulawesi Selatan lewat capaian 11,36 juta perjalanan.