Kiat Pedagang Taman UMKM Bung Karno Cegah Hepatitis Akut Misterius

Kiat Pedagang Taman UMKM Bung Karno Cegah Hepatitis Akut Misterius
Pedagang bubur sumsum dan candil di Taman UMKM Bung Karno Bandar Lampung menggunakan kemasan makanan dan alat makan sekali pakai, Sabtu (14/5). Foto: Josua Napitupulu

KIRKAKiat pedagang Taman UMKM Bung Karno cegah hepatitis akut misterius pada anak adalah dengan menjaga kebersihan dan menggunakan alat makan sekali pakai.

Baca Juga : Mencegah Hepatitis Akut Misterius di Taman UMKM Bung Karno

“Saya pakai kemasan makan sendiri, alat makan sekali pakai. Jadi habis makan dibuang,” kata Deden Solihin (45), pedagang bubur sumsum dan candil di Taman UMKM Bung Karno, Bandar Lampung, Sabtu 14 Mei 2022.

Pria yang menetap di Gang Masjid Nurul Yakin, Jalan Jenderal Gatot Soebroto ini menjelaskan dirinya tidak mengizinkan pelanggannya makan di tempat.

“Setahu saya hepatitis akut misterius tidak menular lewat udara dan sentuhan langsung. Biasanya kalau satu makanan dengan piring, sendok, gelas, bisa menular,” ujar dia.

Selain di Taman UMKM Bung Karno, Deden Solihin juga berdagang di dekat SPBU sekitar Hotel Aston.

Pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian Bandar Lampung ini tidak merasa khawatir omsetnya bakal turun dengan adanya hepatitis akut misterius.

“Saya dagang tetap menjaga kebersihan, sedia handsanitizer, dan tidak makan di tempat. Kalau begitu insyaallah tidak menular,” ujar dia lagi.

Sementara pedagang lainnya, Sigit (40), warga Way Halim mengaku khawatir dengan penularan hepatitis akut misterius pada anak.

“Ya khawatir juga sih tapi yakin aja sudah, mau gimana. Jaga kebersihan aja,” kata dia.

Dia juga menggunakan kemasan dan alat makan sekali pakai untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius.

Baca Juga : Eva Dwiana Wanti-wanti Hepatitis Akut Misterius saat Sekolah Tatap Muka 

Sigit mampu menjual kurang lebih 50 porsi Siomay dan Batagor Bandung dengan harga Rp10.000 per porsi di Taman UMKM Bung Karno.

“Siomay saya insyaallah aman. Soalnya kan cuma tepung sama ikan bahan utamanya,” ujar dia.