Kirka – Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Lampung pada Jumat, 8 Mei 2026 mendapat respons positif dari pengamat.
Pemerhati pembangunan, Mahendra Utama, menilai agenda blusukan tersebut menyentuh langsung persoalan riil masyarakat di sektor kelautan dan pendidikan vokasi.
Mahendra menyebut langkah Wapres Gibran sebagai wujud politik kehadiran yang mampu mendobrak bias pembangunan Jawa sentris.
Menurutnya, negara harus hadir secara langsung untuk mendengar keluhan masyarakat di akar rumput.
“Di tengah kontestasi politik yang mulai menghangat, langkah blusukan adalah wujud dari politik kehadiran.
“Negara tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi menginjak langsung tanah dan mendengar detak jantung warganya,” ujar Mahendra di Bandarlampung, Sabtu, 9 Mei 2026.
Fokus pertama yang disoroti adalah peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kabupaten Lampung Timur.
Di lokasi tersebut, Wapres Gibran berdialog langsung dengan nelayan yang mengeluhkan minimnya kuota solar, perizinan armada, hingga pendangkalan muara.
Kawasan KNMP yang baru diresmikan tersebut telah terintegrasi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku (cold storage), dan pabrik es portabel.
Mahendra menilai keberadaan fasilitas itu sangat penting bagi masyarakat pesisir Lampung Timur yang menyumbang lebih dari 30 persen produksi perikanan tangkap provinsi.
“Fasilitas di KNMP sangat penting untuk memutus rantai tengkulak dan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan,” jelasnya.
Selain sektor maritim, Wapres Gibran juga meninjau pendidikan vokasi di SMKN 4 Bandar Lampung.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan minimnya akses tes bahasa Jepang (JLPT N4) dan krisis tenaga pendidik bersertifikasi di wilayahnya.
Merespons keluhan, Gibran berjanji akan memfasilitasi pelaksanaan tes JLPT N4 agar bisa digelar langsung di Lampung.
Mahendra memandang respons cepat wapres sebagai strategi tepat untuk menciptakan tenaga kerja daerah yang mampu bersaing secara global.
Secara makro, Mahendra menyebut kunjungan Wapres Gibran memberikan keuntungan multidimensi.
Kehadiran pimpinan negara dinilai mampu memberikan kepercayaan investor serta mendorong hilirisasi pertanian dan perikanan di Lampung.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Gubernur Lampung yang tanggap menerjemahkan momentum kunjungan Wapres menjadi usulan program nyata.
Meski demikian, Mahendra mengingatkan agar sinergi pusat dan daerah ini terus dikawal implementasinya.
“Kunjungan ini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi birokrasi, yakni memastikan janji konkret pembangunan ini benar-benar menjadi realitas di lapangan, bukan sekadar tagar yang ramai di linimasa,” tutupnya.






