KIRKA – Nizwar Affandi himbau Arinal Djunaidi buka data BPS dan BI terkait indikator utama perekonomian Lampung.
Himbauan ini disampaikan oleh Affan sapaan akrab Nizwar Affandi usai orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu mengklaim perekonomian Lampung terbaik se- Sumatera.
Baca Juga : Klaim Keberhasilan Ekonomi Lampung Dipertanyakan
“Mari sama-sama membuka data baik dari BPS maupun BI terkait indikator utama perekonomian Lampung,” kata dia.
“Jika rujukan data saya ini keliru, saya berjanji tidak akan pernah lagi memberikan kritik terhadap Gubernur Arinal sampai akhir masa jabatannya,” ucap Nizwar Affandi.
“Tetapi jika rujukan data saya ini benar, mohon Gubernur Arinal berbesar hati secara ksatria menyatakan klaimnya bahwa ekonomi Lampung terbaik di Sumatera merupakan pepesan kosong,” kata Magister jebolan UI ini.
“Karena tidak berbasis data dan atau karena data rujukannya sudah kadaluwarsa,” ucap Mantan Ketua Senat Mahasiswa Unila.
Data tentang share/porsi/kontribusi PDRB Lampung terhadap PDRB Sumatera juga menunjukkan tren yang sama.
Jika sebelumnya share PDRB Lampung terhadap PDRB Sumatera tidak pernah berada di bawah angka 10 persen bahkan pernah mencapai 11persen pada Tri Wulan I tahun 2022.
Ini, kata dia, kontribusinya menurun menjadi hanya 9,64 persen. “Untuk pertama kalinya dalam catatan statistik BPS, Lampung berada di bawah 10,” kata Mantan Anggota KPUD Bandar Lampung.
Selain itu, dirinya mengkritisi klaim terbaik lainnya dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Misalnya saja, ia mencontohkan orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu dalam penanganan Covid-19 kemarin.
Baca Juga : Nizwar Affandi: Gambaran Health System Di Lampung Rendah
“Soal penanganan pandemi terus menerus klaim terbaik. Tidak peduli persentase angka kematian kita paling tinggi dan angka kesembuhan kita paling rendah,” tegas dia.
“Soal produksi padi/beras juga sama, terus saja membanggakan kenaikan 2020 dibanding 2019. Padahal 2021 nya sudah turun lagi,” sindir alumni FISIP Unila ini.






