Klaim Keberhasilan Ekonomi Lampung Dipertanyakan

Klaim Keberhasilan Ekonomi Lampung Dipertanyakan
Pengamat Pembangunan Daerah Nizwar Affandi. Foto Istimewa

KIRKAKlaim keberhasilan ekonomi Lampung dipertanyakan oleh Pengamat Pembangunan Daerah Nizwar Affandi.

Pernyataan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang mengklaim bahwa ekonomi Lampung terbaik di Sumatera menuai kritisan dari masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Baca Juga : Nizwar Affandi Himbau Arinal Djunaidi Buka Data BPS dan BI 

Salah satunya, Pengamat Pembangunan Daerah Nizwar Affandi mempertanyakan data yang menjadi rujukan orang nomor satu di provinsi Lampung tersebut.

“Tolong sampaikan kepada gubernur atau kepala daerah, beliau adalah pejabat publik paling utama di Lampung sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah,” kata Nizwar, Jumat (13/05/2022).

“Jadi jangan terus menerus membiasakan diri mengklaim sesuatu yang tidak memiliki basis data dan fakta,” sindir Magister jebolan UI.

9 Tri Wulan atau 27 bulan sejak Januari tahun 2020 sampai Maret tahun 2022, pertumbuhan ekonomi y on y Lampung tidak pernah bisa diatas rata-rata Sumatera.

“Jangankan menjadi yang terbaik, sekedar berada di atas rata-rata Sumatera dan Nasional pun tidak pernah bisa,” ketus Aktivis Mahasiswa 98.

Oleh karena itu, jika rujukan data yang Affan sapaan akrab Nizwar Affandi keliru, ia berjanji
tidak akan pernah lagi memberikan kritik terhadap Gubernur Arinal sampai akhir masa jabatannya.

“Jika rujukan data saya ini keliru, saya berjanji tidak akan pernah lagi memberikan kritik terhadap Gubernur Arinal sampai akhir masa jabatannya,” tegas alumni FISIP Unila.

“Tetapi jika rujukan data saya ini benar, mohon Gubernur Arinal berbesar hati secara ksatria menyatakan klaimnya bahwa ekonomi Lampung terbaik di Sumatera merupakan pepesan kosong,” tegas dia.

“Karena tidak berbasis data dan atau karena data rujukannya sudah kadaluwarsa,” pungkas Mantan Ketua Senat Mahasiswa Unila.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengklaim ekonomi Provinsi Lampung terbaik di Sumatera.

Hal ini disampaikan oleh orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai dalam rapat paripurna pada Kamis (13/05/2022).

Dalam rapat paripurna tersebut Staf Ahli bidang BUMN, BUMD dan Kekayaan Negara BPK RI Novian Herodwijanto juga menilai pemprov Lampung gagal dalam menanggulangi kemiskinan di Lampung.

Baca Juga : Nizwar Affandi: Apa yang Saya Sampaikan Jelas Sumbernya

Kegagalan itu terlihat dari tata cara kerja Pemprov Lampung yang belum sepenuhnya menyelaraskan upaya penanggulangan kemiskinan dengan kebijakan pemerintah pusat secara memadai.