KIRKA – Pada awal pandemi tahun 2020, WHO Indonesia telah menyampaikan kandungan Vaksin Covid-19 yang wajib diketahui masyarakat.
Baca Juga : Zubairi Djoerban Paparkan Misteri Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak-anak
Saat ini tersedia tujuh jenis vaksin yang digunakan dalam Program Vaksinasi Covid-19 yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), Zivivax, dan Sinopharm.
Pada 14 April 2022, Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 31 P/HUM/2022 meminta pemerintah menjamin kehalalan Vaksin Covid-19 bagi umat Islam.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, hingga 26 April 2022, ada empat jenis vaksin Covid-19 yang bersertifikat halal MUI.
Yaitu Sinopharm, Sinovac, Zivivax, dan Merah Putih (dalam pengembangan).
Dikutip dari laman WHO Indonesia, vaksin mengandung fragmen-fragmen kecil dari organisme penyebab penyakit atau cetak biru pembuatan fragmen-fragmen kecil tersebut.
Vaksin juga mengandung bahan-bahan lain yang menjaga keamanan dan efektivitas vaksin.
Setiap komponen vaksin memiliki tujuan tertentu, dan setiap bahan dites dalam proses pembuatan. Tes keamanan dijalankan atas semua bahan.
Sebagaimana vaksin pada umumnya, Vaksin Covid-19 juga secara umum memiliki empat komponen utama; antigen, adjuvant, pengawet, dan stabilisator.
Apa saja bahan-bahan di dalam vaksin?
1. Antigen
Bahan utama dalam suatu vaksin adalah antigen. Antigen dapat berupa sebagian kecil dari organisme penyebab penyakit atau versi dilemahkan yang tidak berbahaya, sehingga tubuh dapat mempelajari cara yang spesifik untuk melawan antigen tanpa jatuh sakit.
2. Pengawet
Pengawet mencegah vaksin menjadi terkontaminasi setelah ampulnya dibuka, jika akan digunakan untuk memvaksinasi lebih dari satu orang.
Beberapa vaksin tidak memiliki pengawet karena disimpan dalam ampul dosis tunggal dan dibuang setelah vaksin diberikan. Pengawet yang paling sering digunakan adalah 2-fenoksietanol.
Pengawet ini telah digunakan selama bertahun-tahun pada sejumlah vaksin, digunakan pada beberapa produk perawatan bayi, dan aman untuk digunakan pada vaksin, karena hampir tidak memiliki kadar racunnya bagi manusia.
3. Stabilisator
Stabilisator mencegah terjadinya reaksi kimia di dalam vaksin dan menjaga agar komponen-komponen vaksin tidak menempel pada ampul vaksin.
Stabilisator dapat berupa gula (laktosa, sukrosa), asam amino (glisin), gelatin), dan protein (rekombinan albumin manusia, yang diambil dari ragi).
4. Surfaktan
Surfaktan memastikan semua bahan di dalam vaksin tetap tercampur.
Surfaktan mencegah pengendapan dan penggumpalan unsur-unsur yang ada dalam vaksin yang berbentuk cair.
Surfaktan juga sering digunakan pada makanan seperti es krim.
5. Residu
Residu adalah jumlah kecil berbagai zat yang digunakan selama pembuatan atau produksi vaksin yang bukan merupakan bahan aktif dalam vaksin jadi.
Zat-zat ini berbeda-beda tergantung proses pembuatan yang digunakan dan dapat meliputi protein telur, ragi, atau antibiotik.
Sisa-sisa residu zat-zat ini dapat ada di dalam vaksin dalam jumlah yang begitu kecil sehingga perlu diukur dalam satuan bagian per juta atau bagian per miliar.
6. Pelarut
Pelarut merupakan cairan yang digunakan untuk melarutkan vaksin hingga pada konsentrasi yang sesuai tepat sebelum digunakan. Pelarut yang paling sering digunakan adalah air steril.
7. Adjuvant
Beberapa vaksin juga mengandung adjuvan. Adjuvant meningkatkan respons imun terhadap vaksin.
Terkadang dengan cara mempertahankan vaksin agar tetap berada di lokasi suntikan untuk waktu yang sedikit lebih lama atau dengan cara menstimulasi sel imun lokal.
Adjuvant dapat berupa garam aluminium (seperti aluminium fosfat, aluminium hidroksida, atau kalium aluminium sulfat) dalam jumlah sangat kecil.
Baca Juga : Mencegah Hepatitis Akut Misterius pada Anak saat Sekolah Tatap Muka
Aluminium terbukti tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, dan manusia terbiasa menelan aluminium melalui tindakan makan dan minum.
WHO Indonesia mengatakan seluruh bahan-bahan kandungan Vaksin Covid-19 sudah melalui uji klinis dan pemantauan yang ketat untuk memastikan keamanannya.






