Pemkot Bandar Lampung Sudah Bayar Tagihan PLN

Pemkot Bandar Lampung Sudah Bayar Tagihan PLN
Plt Kepala BPKAD Bandar Lampung M Ramdhan. Foto: Josua Napitupulu

KIRKAPemkot Bandar Lampung sudah bayar tagihan PLN untuk penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp6 miliar.

Plt Kepala BPKAD Bandar Lampung M Ramdhan menyampaikan hari ini pembayaran tagihan listrik PJU kepada PLN sedang diproses.

“Hari ini saya bayar, lagi diproses. Dia (PLN) mempermasalahkan karena harus kliring, rekening dia bukan Bank Lampung. Kita bilang buka lah rekening di Bank Lampung. Saya transfer hari ini, detik ini juga masuk,” kata dia di Bandar Lampung pada Rabu, 27 April 2022, siang.

Baca Juga : Pemkot Bandar Lampung Nunggak Tagihan PLN Lagi 

Sehari sebelumnya, Selasa, 26 April 2022 PLN memadamkan sementara PJU di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung.

Dari keterangan singkat yang diberikan oleh pihak PLN, terjadinya pemadaman PJU itu disebabkan Pemkot Bandar Lampung kembali menunggak tagihan listrik.

Ramdhan menuturkan sebelum PLN memadamkan PJU, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Karang, Zamzami, melalui percakapan grup pada Senin, 25 April 2022.

Di dalam grup tersebut juga ada Pj Sekda Kota Bandar Lampung Sukarma Wijaya.

“Mereka tagih minta dibayar paling lambat hari itu tanggal 25 April. Saya bilang mohon pengertiannya, saya minta waktu karena mau menyelesaikan dulu THR, gaji ke-14 dan Tukin 50 persen, karena uangnya kan banyak,” jelas Ramdhan.

Dalam percakapan grup itu, Ramdhan atas nama Pemkot Bandar Lampung menyampaikan permohonan bahwa tagihan listrik PJU akan dibayarkan sebelum akhir bulan April.

“Saya ngomong sama Manajer dan atasannya, Pak Zamzami, di grup. Minta tolong pengertian mereka. Tak tahunya saya baca di media online itu, lampu jalan dimatiin, diputus. Tanpa ngomong sama kita,” sesal Ramdhan.

Baca Juga : Pemkot Bandar Lampung Menunggak, Warga Bersiap Menggugat 

Dia mengaku kecewa dengan sikap PLN yang tidak mengindahkan permohonan pemkot dengan melakukan pemadaman PJU tanpa ada pemberitahuan.

“Saya kecewa banget. Gak memandang Wali Kota sebagai kepala daerah. Saya mewakili mereka, bahkan di grup itu ada Pak Sekda juga,” tutup dia.