Demo Mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil Aksi Damai

Kirka.co
Demo mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil berakhir ricuh pada 7 Oktober 2020 lalu di Kantor DPRD Lampung. Foto: Josua Napitupulu

KIRKADemo ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil pada Rabu, 13 April 2022 merupakan aksi damai.

Hal itu disampaikan Tommy Pasha selaku Koordinator Lapangan.

“Aksi mahasiswa yang dinaungi oleh saya, yang pasti aksi damai. Tidak ada indikasi dan provokasi dari kami akan mengadakan ricuh,” kata dia pada Senin, 11 April 2022.

Baca Juga : Aliansi Lampung Memanggil Akan Sampaikan Delapan Tuntutan 

Dia menyebutkan aksi mereka di Kantor Gubernur Lampung dan DPRD Lampung merupakan aksi terpimpin satu komando.

“Aksi ini masih di bawah BEM, pure mahasiswa,” ujar dia.

Tommy memperkirakan demo mahasiswa diikuti sekitar 2.000 hingga 3.000-an orang dari 25 lembaga.

Setiap lembaga, lanjut dia, telah menandatangani surat pernyataan sikap dimana salah satu poinnya menyebutkan tidak akan membuat tindakan anarkis, ikut aksi damai dan terpimpin, serta tidak membawa senjata tajam.

“Sudah ditandatangani masing-masing BEM,” ujar Presiden Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung tersebut.

Menurut Tommy Pasha salah satu penyebab terjadinya kericuhan adalah massa yang ikut aksi demo mahasiswa tapi tidak pernah mengikuti konsolidasi sebelumnya.

“Itu massa cair. Contohnya anak-anak STM yang tidak diundang. Kebanyakan tidak ada yang mau tanda tangan. Mereka ada niat untuk anarkis,” kata dia.

Baca Juga : HMI Bandar Lampung Berencana Geruduk Kantor DPRD

Sebagai mahasiswa jurusan hukum, lanjut Tommy, dirinya mengajak seluruh peserta aksi Aliansi Lampung Memanggil untuk taat administrasi dengan menandatangani surat pernyataan aksi damai.

“Terkait ada kericuhan kami akan mundur, silahkan polisi mengamankan oknum-oknum terkait saja,” ujar dia.