Ia menambahkan bahwa lebih baik bercucuran keringat di medan latihan, daripada bercucuran darah di medan perang. Karena menurutnya, pelatihan ini hanya sebagai medan latihan, karena medan perang yang sesungguhnya adalah nanti ketika para peserta menangani perkara Tipikor yang sesungguhnya.
“Lebih baik merasa lelah ketika belajar dan melatih diri, daripada nanti karena ketidaktahuan kita, mengakibatkan malapetaka dan kerusakan bagi orang lain yang kita adili,” katanya.
Baca Juga : Profil Syamsul Arief Wakil Ketua PN Tanjungkarang
Dia menyampaikan harapan agar seorang hakim selain harus memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi, hakim juga dituntut untuk peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang ada di sekitarnya.
Ia ingin agar seorang hakim sedapat mungkin memutuskan sikap yang tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.






