PGN dan Balkondes: Ketika Energi Hijau Menggerakkan Ekonomi Desa Mandiri

PGN dan Balkondes: Ketika Energi Hijau Menggerakkan Ekonomi Desa Mandiri
Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama menyebut sinergi fasilitas energi bersih PGN dan pengelolaan desa wisata di Balkondes Karangrejo, Magelang, sebagai bentuk nyata ekosistem ekonomi inklusif yang mandiri dan berkelanjutan. Foto: Arsip PGN/Kirka/Iz

Kirka – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil merombak wajah Desa Karangrejo, Magelang, menjadi pusat perputaran ekonomi baru yang mandiri.

Lewat program Balai Ekonomi Desa (Balkondes), perusahaan sukses mengimplementasikan konsep pembangunan akar rumput sekaligus pemerataan infrastruktur ramah lingkungan.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut langkah PGN bukan sekadar penyaluran bantuan tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan penciptaan ekosistem bisnis riil.

Warga desa kini memiliki wadah terstruktur guna mengembangkan bermacam unit usaha, mulai dari homestay, sentra kuliner, sampai paket wisata edukasi pertanian.

“Teori pembangunan dari bawah atau bottom up menemukan bentuk paling konkret di Karangrejo.

“Keberhasilan menembus omzet Rp3,6 miliar pada 2024 menjadi bukti sahih bahwa masyarakat desa sanggup mengelola potensinya secara profesional,” ujar Mahendra, Minggu, 6 September 2026.

Capaian finansial miliaran rupiah sejalan dengan tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja.

Sebanyak 80 persen dari total pengelola operasional merupakan warga asli Karangrejo.

Mahendra memaparkan bahwa serapan pekerja lokal berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta mereduksi angka pengangguran wilayah sekitar.

Sejalan dengan perspektif pengamat, Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan arah kebijakan perusahaan memang berfokus pada pembentukan kemandirian jangka panjang.

“PGN berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat mengenali potensinya, meningkatkan kapasitas, serta memampukan mereka mengelola sumber daya secara mandiri,” kata Fajriyah.

Kapasitas warga yang terus bertumbuh sangat selaras dengan gagasan capacity building Amartya Sen.

Fokus utama pembangunan telah bergeser dari sekadar membangun wujud fisik menuju perluasan kapabilitas manusianya.

Keistimewaan Balkondes Karangrejo turut berpusat pada perpaduan kelangsungan bisnis dan pelestarian alam.

PGN telah merampungkan instalasi sistem jaringan Compressed Natural Gas (CNG) cluster guna menyuplai kebutuhan gas bagi 150 rumah tangga.

Pasokan energi kawasan wisata makin bersih berkat pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya.

Penerapan konsep triple bottom line meliputi People, Planet, Profit berjalan beriringan.

Roda ekonomi warga berputar kencang, masyarakat makin berdaya, sementara daya dukung alam tetap terjaga berkat pemanfaatan teknologi energi terbarukan.

Sebagai kesimpulan, Mahendra menegaskan Balkondes Karangrejo merupakan laboratorium hidup paling ideal guna melihat rumusan pembangunan secara nyata.

Desa terbukti mampu tampil produktif dan mencetak perputaran uang bernilai fantastis tanpa harus mengeksploitasi kelestarian alam.