Kirka – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto memastikan sengketa lahan antara TNI AU dan Sugar Group Companies (SGC) di Lampung telah memasuki babak akhir.
Pemerintah segera mencabut Hak Guna Usaha (HGU) SGC yang tumpang tindih dengan aset negara di Pangkalan Udara (Lanud) Pangeran M. Bunyamin.
Penegasan ini disampaikan Donny usai menyaksikan uji coba pendaratan darurat 2 pesawat tempur di Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Donny, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memiliki dasar legalitas kepemilikan yang mutlak atas lahan puluhan ribu hektar tersebut.
Proses administrasi pencabutan izin korporasi itu kini sedang digodok di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“HGU SGC segera dicabut. Dasarnya jelas, kepemilikan Kementerian Pertahanan dan TNI AU sangat kuat. Kita tinggal tunggu surat keputusan (SK) pencabutan terbit,” tegas Donny.
Mantan Sekjen Kemhan ini menyebut, begitu SK dari ATR/BPN keluar, pihaknya akan langsung bergerak untuk pengambilalihan dan penataan aset.
Langkah ini menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam LHP tahun 2015 hingga 2022 yang secara konsisten menyoroti penerbitan HGU swasta di atas Barang Milik Negara (BMN).
“Proses di BPN sedang berjalan. Setelah dicabut, kita tindak lanjuti mekanisme pengalihan asetnya,” tambahnya.
Sejarah Baru di Tol Trans Sumatera
Di luar isu agraria, kunjungan Wamenhan ke Lampung mencatatkan sejarah baru dalam dunia militer Indonesia.
Untuk pertama kalinya, ruas jalan tol komersial sukses digunakan sebagai landasan pacu pesawat tempur.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon dan pesawat taktis EMB-314 Super Tucano berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas (take off) sempurna di KM 228-231 Tol Terpeka.
Donny menilai, keberhasilan uji coba ini membuktikan infrastruktur sipil di Lampung siap dialihfungsikan untuk kepentingan pertahanan dalam kondisi mendesak.
“Ini bagian dari skenario pertahanan semesta. Jika pangkalan udara lumpuh atau tidak bisa digunakan saat perang, jalan tol terbukti bisa menjadi alternatif landasan pacu yang mumpuni,” pungkasnya.






