Menu
Precision, Actual & Factual

Tersangka Dugaan Korupsi PT LJU Bisa Ajukan Praperadilan

  • Bagikan
Kirka.co
Ahli Pidana Universitas Bandar Lampung, Dr. Bambang Hartono. Foto Eka Putra

KIRKA – Ahli Pidana dari Universitas Bandar Lampung Dr. Bambang Hartono, menegaskan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Lampung Jasa Utama memiliki hak untuk mengajukan praperadilan ke pengadilan.

Baca Juga : 5 Bulan Audit Kasus PT LJU Belum Tuntas

Ungkapan itu disampaikannya kepada KIRKA.CO, saat ditanyai pendapatnya terkait tak kunjung tuntasnya hasil resmi perhitungan Kerugian Negara pada kasus dugaan korupsi dana ABPD Provinsi Lampung dalam penyertaan modal kepada PT LJU.

Menurutnya dalam penetapan seorang tersangka dugaan korupsi, haruslah terlebih dahulu dilengkapi dengan hasil audit Kerugian Negara dari sebuah lembaga resmi, dan bukanlah sebuah hasil perhitungan perkiraan.

Baca Juga : Heffinur: Dirut BUMD Lampung Jadi Tersangka Korupsi

“Saya kasih contoh pembanding ya, misalnya ada satu perkara penetapan tersangka kasus korupsi, tetapi belum ada hasil resmi audit Kerugian Negara, ini kan jadi masalah, bisa di praperadilankan, karena ukuran Kerugiannya belum ada, dalam hal ini Prapid juga Haknya tersangka,” urainya, Selasa sore 14 September 2021.

Sementara diketahui pada April lalu sejak ditetapkannya dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejati Lampung hingga September 2021 ini belum juga menerima hasil resmi perhitungan Kerugian Negara dari tim audit BPKP Provinsi Lampung.

Baca Juga : DPP KPK Tipikor Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Lampung

Yang tentunya semakin mengakibatkan terhambatnya Jaksa Penyidik untuk melimpahkan berkas perkara dan tersangka ke Jaksa Penuntut, dan semakin berlarutnya waktu pada perkara ini untuk sampai pada tahap persidangan.

  • Bagikan