Menu
Precision, Actual & Factual

5 Bulan Audit Kasus PT LJU Belum Tuntas

  • Bagikan
Kirka.co
Kasi Penkum Kejati Lampung Andre W Setiawan. Foto Eka Putra

KIRKA – Kejaksaan Tinggi Lampung masih menunggu hasil resmi perhitungan Kerugian Negara dari tim audit BPKP Lampung, terhadap kasus dugaan korupsi di PT Lampung Jasa Utama.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Andrie W. Setiawan, pada Selasa sore 14 September 2021 saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus dugaan korupsi terhadap dana APBD Provinsi Lampung, yang digunakan dalam penyertaan modal kepada PT LJU.

Baca Juga : Kasus Ini Dibahas Saat Komisi III Kunker

“Informasi dari bidang Pidana Khusus Kejati Lampung, terkait kasus dugaan korupsi di PT LJU, sampai saat ini kami masih menunggu hasil resmi perhitungan kerugian negara dari BPKP,” terang Andrie.

Diketahui hasil perhitungan Kerugian Negara pada kasus ini, telah diajukan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung kepada BPKP sudah sejak lima bulan yang lalu, usai resmi ditetapkannya dua tersangka, yang diperkirakan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp3 miliar.

Dua tersangka tersebut berinisial AJU selaku Direktur Utama PT Lampung Jasa Utama (LJU), serta seorang berinisial AJY dengan peranannya yang sebagai rekanan bisnis PT LJU dalam kegiatan pekerjaan pendistribusian batu dan pasir pada proyek pembangunan jalan TOL di tahun anggaran 2016 – 2018.

Baca Juga : Heffinur: Dirut BUMD Lampung Jadi Tersangka Korupsi

Dengan sangkaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia tahun 2001 tentang perubahan atas Undang–undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

  • Bagikan