Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengambil langkah jemput bola untuk memperkuat kontingen daerah.
Induk cabang olahraga tingkat provinsi tersebut resmi menjajaki kerja sama dengan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) guna memetakan sekaligus merekrut mahasiswa berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah.
Sinergi dibangun melalui kunjungan langsung jajaran pengurus ke kampus UAP.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, bersama Kabid Binpres Yopi Hutomo Bhakti dan Kabid Organisasi Sri Sulastuti, diterima secara khusus oleh Rektor UAP Dr. Sutrisno, S.Kp., M.Kep.
Riagus menjelaskan, perguruan tinggi di Kabupaten Pringsewu itu dipilih lantaran memiliki banyak mahasiswa dengan rekam jejak juara di tingkat nasional.
Pihaknya berencana menginventarisasi potensi para mahasiswa, khususnya para perantau yang tengah menempuh pendidikan di sana.
“Kita ketahui mahasiswa di UAP banyak yang berprestasi, baik asli daerah maupun dari luar provinsi.
“Lewat kerja sama yang terbangun, kita harap mereka bisa dijaring untuk membela Lampung pada event berskala nasional,” ujar Riagus, Kamis, 2 Juli 2026.
Secara teknis, proses penjaringan akan diawali dengan pendataan perolehan medali setiap mahasiswa.
Mengingat sebagian besar dari mereka berstatus penerima beasiswa kampus, KONI bakal merangkul para atlet secara persuasif agar bersedia mengenakan lambang Siger pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Gagasan pemetaan atlet langsung mendapat lampu hijau dari pihak rektorat.
Dr. Sutrisno menegaskan komitmen institusinya untuk ikut ambil bagian dalam memajukan prestasi olahraga di Sai Bumi Ruwa Jurai.
“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kami harus memberikan dampak dan kontribusi nyata. Tentunya kami mensupport penuh langkah yang diambil pemerintah provinsi,” tegas Sutrisno.
Sang Rektor membenarkan bahwa meskipun porsi terbesar atlet di kampusnya merupakan warga lokal Pringsewu, terdapat sejumlah mahasiswa dari daerah lain yang mengantongi bakat menonjol di berbagai cabang olahraga.
Temuan awal akan segera ditindaklanjuti dalam pembahasan teknis antara kedua lembaga.
Silaturahmi antar lembaga pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama, yakni mendongkrak posisi klasemen kontingen daerah. KONI mematok target tinggi untuk menembus dominasi peringkat satu digit.
“Semoga target masuk lima besar nasional yang menjadi dambaan masyarakat bisa tercapai.
“Apa yang menjadi bagian kami untuk mendukung capaian itu, pasti akan dilakukan secara maksimal,” pungkas Sutrisno.






