Hukum  

Strategi Elite Unila Tambah Kuota Mahasiswa Untuk Akomodir Titipan Terbongkar

Strategi Elite Unila Tambah Kuota Mahasiswa Untuk Akomodir Titipan Terbongkar
Momen dimana Lingga Setiawan mencecar Suharso tentang BAP milik Suharoso yang dikatakan Suharso tidak benar di PN Tipikor Tanjungkarang pada 17 Januari 2023. Foto: Dokumentasi KIRKA.CO.

KIRKA – Strategi elite Unila tambah kuota mahasiswa untuk akomodir titipan terbongkar saat Suharso diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 17 Januari 2023 lalu.

Berdasar pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila itu, diketahui bahwa para pimpinan Unila melakukan perubahan penetapan kuota daya tampung penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung Tahun 2022.

Di dalam BAP Suharso yang dibacakan Ketua Majelis Hakim bernama Lingga Setiawan, perubahan kuota mahasiswa itu dikatakan untuk mengakomodir titipan mahasiswa.

Mengetahui isi BAP miliknya saat diperiksa oleh penyidik KPK dibacakan di muka persidangan, Suharso mengelak dan mengatakan bahwa materi BAP tersebut tidak benar adanya.

Sangkalan Suharso ini membuat Lingga Setiawan berang. Suharso bolak-balik dicecar sambil ditunjuk-tunjuk Lingga Setiawan.

Baca juga: KPK Siapkan Surat Panggilan Untuk Para Dekan Unila ke Pengadilan

Suharso bahkan diminta untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang isi BAP miliknya yang dipegang oleh Lingga Setiawan.

Menurut Lingga Setiawan, penyidik KPK tidak mungkin keliru dalam melakukan pengetikan.

Hal itu didasari Lingga Setiawan karena Ketua PN Tanjungkarang itu menemukan kalimat ‘demi mengakomodir mahasiswa titipan’ berulangkali tertuang di dalam BAP milik Suharso.

Kendati disuguhkan fakta dan logika yang diutarakan Lingga Setiawan, Suharso tetap mengelak dan mengatakan maksud dari penambahan kuota tersebut bukan ditujukan untuk mengakomodir mahasiswa titipan.

Suharso mengatakan bahwa penambahan kuota itu dimaksudkan untuk menambah jumlah atau besaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diterima Unila.