Setor Jaminan Rp3,5 Miliar, Lampung Mantap Maju Tuan Rumah PON 2032

Setor Jaminan Rp3,5 Miliar, Lampung Mantap Maju Tuan Rumah PON 2032
Delegasi KONI Lampung berangkat ke Jakarta, serahkan jaminan Rp 3,5 M untuk bidding PON 2032. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Ambisi Provinsi Lampung dan Banten untuk menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 semakin nyata.

Setelah merampungkan syarat pendaftaran awal senilai Rp1 miliar, KONI Lampung kini bersiap menyerahkan dokumen dukungan resmi sekaligus uang jaminan sebesar Rp3,5 miliar ke KONI Pusat.

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, mengungkapkan bahwa rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Lampung bertolak ke Jakarta hari ini Senin, 9 Maret 2026.

Mereka dijadwalkan bertatap muka dengan jajaran KONI Pusat pada Selasa, 10 Maret 2026 esok.

“Besok jam 11.00 WIB kami akan diterima di KONI Pusat, bersamaan dengan tandem kita dari KONI Banten.

“Tim yang berangkat didampingi pengurus dari Bidang Organisasi dan Binpres, serta perwakilan dari Dispora dan Bappeda,” ujar Riagus.

Riagus menjelaskan, pertemuan esok hari membawa agenda krusial.

Selain menyerahkan surat dukungan langsung dari Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung, agenda utama lainnya adalah penyetoran uang jaminan pendaftaran bidding tuan rumah.

Total jaminan yang ditetapkan adalah Rp7 miliar untuk penyelenggaraan bersama.

Angka tersebut ditanggung renteng, di mana Lampung menyetorkan porsi setengahnya, yakni Rp3,5 miliar.

Sebelumnya, langkah cepat yang diambil KONI Lampung dan Banten ini merespons kebijakan KONI Pusat yang memajukan tenggat waktu pendaftaran dari 1 Mei menjadi 1 April 2026.

Akselerasi juga dilakukan untuk mengamankan posisi, menyusul santernya kabar beberapa provinsi lain seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah yang juga melirik peluang menjadi tuan rumah PON 2032.

“Karena waktunya dipercepat hanya sampai 1 April, Lampung dan Banten bergerak sebagai kandidat yang serius.

“Kita tentu berharap tidak ada calon lain yang maju, sehingga peluang kita tetap besar,” tegas Riagus.

Jika tahapan administrasi ini mulus, ujian berikutnya menanti di pertengahan tahun.

Pada Juni 2026, tim dari KONI Pusat dijadwalkan turun ke Lampung dan Banten untuk melakukan verifikasi faktual terhadap venue pertandingan.

“Khusus di Lampung, kita mengajukan kesiapan untuk 26 cabang olahraga,” jelasnya.

Usai verifikasi, konsolidasi internal antara KONI Lampung dan Banten akan semakin diintensifkan guna merumuskan identitas PON 2032, meliputi desain Logo, Tagline, dan Maskot resmi.

Seluruh persiapan pematangan ini nantinya akan dipresentasikan secara komprehensif di hadapan seluruh perwakilan provinsi se-Indonesia dalam Rakornas Khusus PON 2032 di Jakarta, sekitar bulan Agustus 2026.