Menu
Precision, Actual & Factual

Melakoni Peran Pinokio Ihwal Mahar Politik Untuk PKB

  • Bagikan
Pinokio Diantara Chusnunia Chalim, Midi Iswanto dan Slamet Anwar. Foto Ilustrasi Istimewa

KIRKA.CO – Pewarta mencatat sejak awal keterangan eks anggota DPW PKB Lampung Midi Iswanto ketika ia menyatakan bahwa eks Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim telah diberinya uang senilai Rp 150 juta dari total Rp 1.150.000.000.

Midi Iswanto mendaku bahwa uang itu adalah bagian mahar politik yang diterimanya berdasarkan perintah Chusnunia Chalim yang juga Wasekjen DPP PKB itu, dari eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa.

Keterangan tersebut dilontarkan Midi Iswanto saat menjadi saksi bersama dengan Chusnunia Chalim di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis lalu, 4 Maret 2021.

Caption foto dalam:
Persidangan ke-13 untuk perkara suap dan gratifikasi terhadap eks Bupati Lampung Tengah Mustafa, Kamis, 22 April 2021. Foto Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim tak membantah hal tersebut. Menurut dia, uang itu digunakannya untuk membayar tukang atas pembangunan Kantor DPC PKB Lamteng. Sejurus kemudian, Chusnunia Chalim alias Nunik mengatakan bahwa ia telah memberikan kembali uang Rp 100 juta kepada Midi Iswanto.

Sisanya Rp 50 juta lagi, dianggap Nunik adalah bagian dari pelunasan hutang Midi Iswanto yang disebutnya pernah menduluankan uangnya untuk membantu Midi Iswanto.

Nunik ketika diperiksa sebagai saksi, membantah keterangan JPU KPK Taufiq Ibnugroho terlebih saat Taufiq Ibnugroho bertanya soal niat Nunik untuk mengalihkan aktor penerima uang Rp 150 juta tadi.

Menurut JPU KPK itu, Nunik telah diketahui melakukan upaya tersebut sebanyak 3 kali. Caranya dengan meminta Ketua DPC PKB Lamteng Slamet Anwar agar kiranya mengaku sebagai penerima uang Rp 150 juta tadi, apabila KPK memeriksa Slamet Anwar.

Nunik keukeuh untuk membantah JPU KPK tadi. Ia bahkan tidak gentar kendati berkali-kali diingatkan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sidang, untuk berkata jujur karena telah disumpah.

Slamet Anwar akhirnya dimintai keterangan sebagai saksi di ruang sidang pada Kamis, 22 April 2021. Dalam kesaksian Slamet Anwar, ia mengaku memang telah diminta Nunik untuk menjadi aktor dari uang tadi.

Keterangan Slamet Anwar beroleh pujian dari seluruh pihak yang berada dalam persidangan. Sebab dianggap telah menyatakan sikap untuk tidak mengikuti kemauan Nunik.

Pengacara Mustafa yang telah mendengar keterangan Slamet Anwar tersebut kemudian menyampaikan permohonan kepada majelis hakim agar memperhatikan hal-hal itu.

“Maksud saya gini yang mulia, saya minta dicatat secara khusus. Jadi begini yang mulia, tampak nyata di hadapan kita ada keterangan di bawah sumpah yang berbeda.

Saya bersedia menjadi saksi seandainya diperlukan, bahwa saya mendengar dan melihat secara langsung di persidangan ini, ada orang di bawah sumpah dan berbohong. Terserah apakah itu Nunik, atau Midi Iswanto atau Slamet Anwar,” ungkap M Yunus.

”Logika saya seperti itu, dan hati kecil saya ini bermasalah,” timpal dia.

Kendati menyatakan kesiapan dirinya untuk menjadi saksi apabila ada penetapan tersangka kepada saksi yang berbohong, ia menyatakan bahwa segala pihak yang terdapat dalam ruang sidang telah nyata-nyata disuguhi kesaksian palsu.

“Dan saya berharap ini menjadi perhatian kita bersama dan menjadi catatan khusus. Bahwa memang ada orang melakukan perbuatan pidana di depan aparatur penegak hukum, baik itu yang mulia majelis hakim, JPU KPK, termasuk kami.

Ada orang yang secara nyata telah berbohong di persidangan ini, dalam proses pemberian kesaksian dan di bawah sumpah. Dan itu secara nyata ada ancaman pidananya. Saya rasa, saya minta dicatat secara khusus,” sambung M Yunus.

Siapa di antara 3 orang yang disebut M Yunus itu telah melakoni peran sebagai Pinokio?

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan