Kirka – Status tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Provinsi Lampung.
Para atlet daerah kini menghadapi krisis sarana latihan lantaran belum adanya bangunan fisik pengganti Gelanggang Olahraga (GOR) Saburai.
Fasilitas legendaris di pusat kota Bandarlampung itu telah lama dibongkar untuk beralih fungsi menjadi Masjid Agung Al-Bakrie.
Sayangnya, hilangnya sarana olahraga kebanggaan warga belum dibarengi dengan kepastian pendirian gedung baru dari pemerintah daerah.
Merespons lambannya penyediaan fasilitas, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengambil langkah.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, memaparkan lembaganya sekarang menetapkan skala prioritas tinggi untuk urusan pembangunan fisik.
Fokus utamanya adalah menjamin ketersediaan venue layak bagi cabang olahraga yang kebagian jatah bertanding di Bumi Ruwa Jurai.
“Dari 56 cabor wajib, sudah kita bagi dengan Banten. Kita dahulukan cabor-cabor yang bertanding di Lampung sebagai skala prioritas.
“Bukan berarti mengabaikan yang lain, tapi yang bertanding di Banten pengerjaannya menyusul,” kata Riagus, Rabu, 22 April 2026.
Mengingat waktu yang terus berjalan, KONI mendesak pemerintah agar bergerak cepat mencari solusi pendanaan maupun eksekusi di lapangan.
Salah satu opsi tawarannya adalah menggandeng pihak ketiga.
Kehadiran gedung olahraga baru sifatnya mendesak demi menunjang rutinitas latihan para atlet, bukan semata-mata untuk arena pertandingan kelak.
“Pihak KONI mendesak agar (pembangunan pengganti) segera direalisasikan untuk dapat dipergunakan sebagai venue maupun sarana latihan bagi atlet berbagai cabor,” tuturnya.
Sebagai bentuk dorongan formal, rancangan rekomendasi tertulis menyangkut daftar prioritas infrastruktur akan langsung disodorkan ke meja dinas terkait pada Jumat mendatang.
Keputusan cepat dari pemerintah kini sangat dinanti agar pemusatan latihan menyambut agenda olahraga nasional tidak jalan di tempat.






