Kirka – Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Lampung mulai memanaskan mesin menjelang bergulirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai 2026.
Sebanyak 32 atlet dari berbagai daerah menjalani Seleksi Daerah (Selekda) di pantai Rio by The Beach, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu, 21 Juni 2026.
Langkah tersebut difokuskan untuk menjaring talenta terbaik yang akan diberangkatkan menuju Jakarta pada November mendatang.
Ajang pembuktian kualitas di tepi pantai sekaligus melengkapi kerangka utama tim, menyusul dua calon atlet potensial yang sebelumnya telah lebih dulu masuk dalam radar pantauan pengurus berkat performa impresif mereka.
Ketua ABTI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, menegaskan bahwa penjaringan pemain merupakan fondasi krusial dalam membentuk skuad juara.
Pihaknya tidak ingin membuang waktu agar program pembinaan bisa segera berjalan maksimal.
“Target utama kami adalah menemukan komposisi pemain paling tangguh.
“Nantinya, nama-nama yang lolos akan menjalani pemusatan latihan lanjutan dan dipersiapkan secara matang menghadapi kerasnya persaingan PON,” urainya.
Proses penyaringan sengaja dirancang sangat ketat serta menguras tenaga.
Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres KONI Lampung tersebut menjelaskan, parameter penilaian tidak terbatas pada penguasaan teknik dasar.
Seluruh peserta wajib melewati ujian fisik ekstrem yang mencakup kecepatan, kelincahan gerak, hingga daya tahan tubuh.
Guna membedah kualitas pemain secara menyeluruh, panitia penyelenggara turut menggelar simulasi pertandingan.
Metode taktis tersebut diterapkan untuk mengukur kecerdasan membaca permainan, kemampuan kerja sama antar lini, dan ketahanan mental setiap individu saat berada di bawah tekanan kompetisi.
Terkait pemilihan Rio by The Beach sebagai arena kegiatan, Yopi menilai karakteristik pasir di lokasi wisata tersebut sangat ideal untuk menyimulasikan atmosfer pertandingan sesungguhnya.
Kondisi alam yang menantang secara otomatis akan menyaring figur-figur dengan daya juang tinggi.
“Bermain di atas pasir jelas membutuhkan kekuatan otot, napas panjang, serta adaptasi cuaca yang jauh lebih ekstra ketimbang di lapangan biasa.
“Makanya, terjun langsung ke pantai menjadi metode paling akurat untuk menguji kesiapan fisik dan mental mereka secara utuh,” pungkas Yopi.






