KIRKA – Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menyampaikan bahwa konversi kompor gas ke kompor listrik PLN dihentikan sementara.
“Hasil pembahasan di rapat koordinasi terbatas, sampai saat ini belum ada kelanjutannya, dihentikan sementara,” kata Pahala, Rabu, 28 September 2022.
Menteri BUMN Erick Thohir enggan berkomentar terkait penghentian sementara kompor induksi PLN tersebut.
“Tanya ke PLN. Di PLN saja (soal uji cobanya),” ujar dia.
Sebelumnya, pada awal September lalu, Erick Thohir pernah menyampaikan rencana pemerintah membagikan kompor listrik gratis.
Baca Juga: Konversi Kompor Gas ke Listrik Ditolak Partai Gerindra
Kompor listrik pemerintah itu akan didistribusikan selama lima tahun ke depan dengan menelan anggaran Rp5 triliun.
Konversi kompor listrik akan terealisasi di tahun 2022 ini, jika tidak dibatalkan sementara.
Tahun ini, ujar Erick Thohir, PLN menargetkan jumlah pengguna kompor induksi bertambah 300 ribu orang.
“PLN akan menggelontorkan lagi Rp300 miliar untuk membagikan kompor listrik,” kata dia saat di Amsterdam, Belanda, pada Sabtu, 3 September 2022.
“Kalau ini sukses, pemerintah tahun depan akan menambah lagi Rp5 triliun,” lanjut dia.
Erick Thohir mengatakan transisi energi ini untuk mengalihkan subsidi LPG ke depannya untuk mengurangi beban subsidi BBM.
Baca Juga: Kompensasi BBM Tahun 2022 Meningkat Tiga Kali Lipat
PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Kompor listrik PLN dihentikan sementara untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
Selain itu, dia juga memastikan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Penetapan tarif listrik ini, kata Darmawan, telah diputuskan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA),” ujar dia.
Darmawan Prasodjo mengatakan daya listrik 450 VA tidak akan dialihkan menjadi 900 VA.
“Sehingga tarifnya tetap sama untuk masing-masing golongan,” pungkas dia.
Baca Juga: PLN Buka Peluang Perempuan Berkarir






