KIRKA – PLN buka peluang perempuan berkarir melalui pembentukan Holding Subholding.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan transformasi PT PLN (Persero) melalui pembentukan Holding Subholding ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk terus berkembang.
“Hal ini dibuktikan dengan adanya posisi-posisi penting diisi perempuan pada PLN Group,” ujar dia dalam keterangannya pada Sabtu, 24 September 2022.
Setidaknya, ada tujuh Srikandi yang menempati posisi penting di PLN dan anak usahanya, yaitu:
- Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly;
- Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti;
- Direktur Utama PT Haleyora Power Sinung Triwulandari;
- Direktur Utama PT PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah;
- Direktur Keuangan PT PLN Indonesia Power Endang Astharanti;
- General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Joice Lanny Wantania;
- General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Fintje Lumembang.
PLN buka peluang perempuan berkarir yang merupakan turunan dari program Srikandi BUMN yang digagas oleh Kementerian BUMN sebagai komunitas perempuan yang berkarya di BUMN.
“Srikandi PLN selalu aktif mendukung berbagai kegiatan Srikandi BUMN dalam berkarya dan berprestasi dengan beragam peran sebagai ibu, istri dan pekerja,” kata Darmawan Prasodjo.
PLN memiliki program pengembangan yang memberi kesempatan bagi perempuan berkarir dalam Statement of Corporate Intent (SCI) atau dokumen persetujuan bersama tentang pengarusutamaan gender di lingkungan perusahaan.
“Dengan adanya pengarusutamaan gender ini diharapkan jumlah pejabat perempuan di PLN semakin bertambah, sehingga semakin meningkat peran-peran perempuan dalam menyukseskan PLN,” ujar Darmawan.
Darmawan Prasodjo menyampaikan, saat ini, dari 13.400 pejabat struktural di PLN, yang diisi perempuan baru mencapai sekitar 14 persen atau sekitar seribuan srikandi.
Sementara, lanjut dia, PLN perlu menyiapkan talenta-talenta terbaik, dimana pada tahun ini saja target perempuan dalam talent pool BOD-1 setidaknya 19 persen.
“Untuk mencapai target tersebut maka setidaknya perlu percepatan karir bagi talent-talent perempuan terbaik sejak manajemen dasar,” kata dia.
PLN sedang menyusun target representasi perempuan di jajaran manajemen atas, manajemen menengah, dan manajemen dasar yang hendak dicapai pada tahun 2023 yaitu 16 persen dan diharapkan meningkat menjadi 18 persen pada 2025.
Darmawan berharap, dengan semakin meningkatnya jumlah dan peran perempuan di PLN, bisa menghapus stigma bahwa perempuan tidak kapabel di perusahaan enjiniring yang sarat teknologi.
“Kami ingin perempuan membawa energi perubahan ke arah yang lebih baik bagi PLN dan kelistrikan Indonesia,” pungkas dia.
Baca Juga: Ancaman Resesi Menghantui Inggris






