Bahkan memberikan beasiswa pada mahasiswa asal Jabung, Lampung Timur yang distigma publik sebagai kampung begal, demikian juga pada para santri. Dengan jalur prestasi, saya memberikan kesempatan seluas-luasnya menjadi mahasiswa Unila. Bahkan barangkali hanya di Unila.
Di samping santri hafidz quran, santri-santri yang hafal alfiah ibnu malik bisa masuk fakultas favorit, Fakultas Kedokteran tanpa tes. Ini baru pertama kali dalam sejarah Unila, bahkan dalam sejarah perguruan tinggi di Indonesia.
6. Pembangunan infrastruktur gedung kuliah, laboratorium, rusunawa, masjid, rumah adat Lampung dan lain-lain berjalan baik pada era saya. Tidak ada lagi gedung-gedung mangkrak dan kualitas bangunan yang buruk, karena saya tegas bisa membatalkan tender proyek meskipun sudah diumumkan pemenangnya secara nasional jika ditemukan ada pelanggaran.
Saya telah lakukan hal tersebut untuk membuat efek jera pada rekanan yang tidak profesional.
7. Sepanjang 32 bulan, saya telah menertibkan aset Unila yang dikuasai pihak lain dapat kembali dimiliki Unila, seperti tanah YP Unila dan Masjid Al-Wasi’i Unila.
Demikian pula, pengembalian tanah dan perumahan dosen di Kampus Unila yang selama ini dikuasai pihak-pihak tertentu yang puluhan tahun naik turun rektor tak pernah tersentuh, sudah saya perjuangkan.
Baca juga: Jaksa KPK Kembali Singgung Soal Bagi-bagi Jatah Proyek di Unila
Saya telah bersurat dan berkoordinasi dengan Kementerian, KPK dan Ombudsman RI agar mengembalikan aset negara tersebut yang selama ini dikuasai pihak-pihak tertentu di Unila.
Dalam kesempatan ini, saya meminta atensi KPK karena aset negara tersebut bernilai puluhan miliaran rupiah dan belum terselesaikan secara tuntas karena ada oknum-oknum yang merintangi pengembalian aset negara tersebut.”
Profesor Karomani dalam surat pledoinya ini kemudian mengutarakan bahwa prestasinya tersebut dicapai berkat hasil kerja samanya dengan seluruh civitas akademika Unila.
”Dan tentu saja, ada banyak prestasi dan terobosan lain yang saya lakukan selama menjadi Rektor yang tidak bisa saya laporkan secara lengkap dalam pledoi ini. Tentu, prestasi saya selama menjadi Rektor Unila adalah berkat hasil kerja sama dari seluruh civitas akademika Unila,” kata Karomani.
Poin tentang prestasi Profesor Karomani ini diketahui dituangkannya dalam surat pledoinya yang dibagikan dia kepada awak media yang meliput di ruang persidangan. Surat pledoi sebanyak 13 lembar ini dibagikannya kepada KIRKA.CO dan kepada beberapa awak media lainnya.






