KIRKA – Eks Rektor Unila, Profesor Karomani pada 2 Mei 2023 menjalani agenda sidang pembacaan surat pledoi darinya secara pribadi di PN Tipikor Tanjungkarang. Demi menginginkan hukuman yang seadil-adilnya, Profesor Karomani membeberkan ragam prestasinya dan salah satu yang ia ulas mengenai tender proyek Unila.
Agenda pembacaan surat pledoi ini dijalani Karomani usai dirinya dituntut Jaksa KPK untuk dipidana penjara selama 12 tahun pada agenda sidang sebelumnya yang diselenggarakan pada 27 April 2023 kemarin di PN Tipikor Tanjungkarang.
Profesor Karomani oleh Jaksa KPK dinilai telah terbukti melakukan penerimaan uang yang disimpulkan sebagai perbuatan Suap dan Gratifikasi atas pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru di Unila sejak tahun 2020 sampai 2022.
Tuntutan yang dikemukakan Jaksa KPK dalam surat tuntutannya tersebut dipandang Karomani terlalu tinggi dan sehingganya ia mengajukan pembelaan.
Berikut uraian surat pledoi berisi ragam prestasi yang diutarakan Profesor Karomani di hadapan majelis hakim dan salah satu poinnya mengulas tentang tender proyek Unila:
”Majelis hakim yang mulia, dalam kesempatan ini, saya mohon dipertimbangkan putusan hukuman yang seadil-adilnya untuk saya. Sebagai Profesor dan mantan Rektor, sebagai ASN selama 35 tahun, saya sudah mengabdi pada bangsa dan negara dan alhamdulillah saya telah mendapat penghargaan pin emas dari Presiden pengabdian tanpa cacat.
Saya pun alhmadulillah dengan seluruh civitas akademika Unila banyak menorehkan prestasi di Unila meski menjabat dalam waktu singkat, 32 bulan. Berikut beberapa prestasi tersebut:
1. Saya bersama para Pimpinan Unila, alhamdulillah sukses meng-goalkan dana HETI Project Loan ADB Rp600 miliar untuk pembangunan RSPTN setelah belasan tahun tidak kunjung terrealisasi.
2. Sukses dalam percepatan guru besar. Biasanya, rata-rata hanya 1 atau 2 dosen per tahun yang menjadi guru besar di Unila. Pada era saya menjadi hampir 10 sampai dengan 20 kali lipat per tahun. Karena itu, saya mendapat 2 kali Rekor MURI dan seperti laporan majalah Tempo, hal itu baru pertama kali dalam sejarah Pendidikan Tinggi di seluruh Indonesia.
3. Mampu meningkatkan pendapatan Unila lebih Rp50 miliar per tahun. Karena itu, meski di era Covid-19, penghasilan karyawan dan insentif remun Dosen Unila bisa naik lebih dari 22 persen, dan ini hanya terjadi di Unila dari seluruh PTN di Indonesia.
4. Peringkat prestasi Unila di tingkat nasional pun naik dari posisi 49 menjadi 9 besar. Dalam pemeringkatan global webometric di era saya, Unila naik menjadi 10 besar dari seluruh PTN di Indonesia.
5. Saya sebagai Rektor juga membuka kesempatan lebih besar kepada putra putri Lampung untuk menjadi mahasiswa Unila dengan memberi kuota masuk Fakultas Kedokteran dan fakultas lain pada masing-masing Kabupaten/Kota.
Baca juga: Unila Umumkan Kondisi Pengerjaan Proyek Rehabilitasi Lapangan Sepak Bola






